Backpacker ke Batu(3)

Acara hari ini adalah wisata alam. Kami ingin merasakan petik apel. Yang banyak ditawarkan di web adalah agrokusuma. Harganya lumayan mahal, sehingga kami cari info lain. Jatuhlah pilihan di kebun apel yang berada di sebelah selecta. Per orang bayar 25 ribu. Akhirnya kami ke sana. Setelah bayar uang masuk, khusus dewasa saja, kami dapat jus apel, ama kantong kresek, untuk tempat apel yang kami petik yang mau kami bawa pulang. Di sana kami boleh makan apel sepuasnya. Akan tetapi, tempatnya repot juga karena berada di lereng bukit. Trus makan apel terus menerus juga bosan juga ya. Paling kami makan 4-5 buah saja. Apel yang saya petik juga tidak banyak, karena tampaknya buahnya memang tinggal sedikit yang ukurannya lumayan. Hanya setengah kilo saja, akhirnya saya beli tambahan setengah kilo saja di petugasnya. Sambil nongkrong-nongkrong, kami malah beli bakso malang, yang ini rasanya enak. Tidak seperti bakso tadi malam.

Tempat petik apel ini letaknya benar-benar di sebelah selecta. Dulu pas SD saya pernah diajak orang tua ke Selecta. Jadi pengin tahu seperti apa ya tempat wisata kenangan tersebut. Ternyata sudah banyak berubah, maklum sudah puluhan tahun yang lalu. Di selecta bayarnya Rp 30.000 beda tipis ama tempat petik apel. Di sana ada kebun bunga, kolam renang, permainan air(bebek-bebekan), naik kuda, Flying fox, dll. Si bungsu dan si sulung pilih naik kuda. Bayar Rp 10.000. Antrinya bentar, tapi naiknya memang sebentar. Si bungsu masih pengin naik kuda lagi, sehingga dia naik kedua kembali. Pakai acara mewek segala, gara-gara mamanya gak mengabulkan permintaan naik kuda kedua kalinya. Akhirnya dikabulkan deh. Kami beli cemilan juga. Kemudian naik bebek-bebekan. Only saya dan si bungsu. Ternyata susah juga ya mengendalikan bebek-bebekan. Baru main 15 menit, sudah rasanya lama sekali.

Sekitar jam 13.00 kami cabut, melanjutkan perjalanan ke Malang. Kami mau beli oleh-oleh strudel Malang. Harganya lumayan mahal. Semula kami mengira isinya lumayan besar, tapi ternyata mini sekali. Jadi bengkak deh anggaran beli oleh-oleh, padahal ketika oleh-oleh dibagikan, rata-rata hanya dapat 1 bungkus kripik apel saja. Hm..tahu begitu, sebaiknya dibelikan kripik apel semua ya.

Di sebelah counter Strudel Malang, ada rumah makan Padang. Jadilalah kami makan siang di sana. Agak gak nyambung sih, ke Malang malah makan nasi Padang. Sesudah makan, kami lanjut perjalanan ke arah Surabaya. Jalanan lancar, dengan saingan kendaraan adalah truk-truk besar dan bis. Kami menikmati perjalanannya. Dari Surabaya melewati Gresik. Mulai turun hujan lebat di Gresik. Jalanan kecil, karena sudah keluar dari tol. Mobil jalan pelan-pelan karena jalanan rapat dan hujan juga sangat deras. Hujan turun sekitar 2 jam. Itupun rasanya tidak berhenti-henti. Cuaca kembali cerah saat kami memasuki kota Lamongan. Kami cari makan di pinggir jalan. Ada yang kepingin makan mie ayam. Akhirnya berhenti di warung mie ayam dan nasi goreng. Rasa nasi gorengnya lumayan. Cuma agak bingung, kok nasinya berwarna merah ya. Trus irisan ayamnya tipis banget, seperti kertas. Penasaran gimana cara mengirisnya ya. Si bungsu alhamdulilah mau makan nasi gorengnya, sehingga setelah makan malam, dia tertidur sampai di tujuan.

selecta
selecta
Naik kuda
Naik kuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s