Backpacker ke Batu (1)

Si sulung sudah mengenal back packer dan sudah siap mental juga untuk travelling ala-ala back packer. Ketika saya kemukakan rencana mau back packer di akhir tahun 2016, dia menyambut gembira. Setelah mendapat ijin dari suami, saya, si sulung, dan si bungsu hunting tiket ke arah Malang. Ternyata harga tiket Batam-Malang jauh lebih mahal dibanding Batam-Surabaya. Mengingat jumlah personel yang lumayan banyak, kami beli tiket Batam-Surabaya. Ternyata di tanggal yang sama, adik saya dan keluarganya juga ada rencana piknik ke Batu. Dia mau menjemput kami sekalian di bandara Juanda sebelum ke Batu. Kami beruntung banget ya, karena travelling rame-rame sekeluarga tentunya lebih menyenangkan dan mengurangi tanggung jawab yang harus saya jalankan, misalnya cari-cari travel. Sebenarnya untuk berangkat di tanggal 21 Desember ini agak ribet juga, karena masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Memang pekerjaan tidak akan ada habisnya. Alhamdulilah atasan mau kasih cuti, TU mau bantu geser jadwal mengajar dan mengawas ujian, koordinator TA juga mau bantu geser jadwal ujian TA. Alhamdulilah.

Pesawat dijadwalkan berangkat dari Batam jam 09.50. Kami dari rumah jam 06.30 karena mau nebeng mobil suami ke bandara, sementara dia jam 08.00 harus sampai kantor juga. Demi hemat uang taksi 100.000, no problemlah sejam dua jam nongkrong di ruang tunggu bandara. Asal adem saja. Benar juga ruang tunggu masih lengang, tapi tak berapa lama sudah ramai juga. Banyak ibu-ibu yang mau jalan-jalan sama anak-anaknya. Ternyata model kami, di mana bapak-bapaknya tidak ikut travelling banyak juga ya. Kirain cuma kami sekeluarga juga.

Pesawat berangkat before time, karena jam 09.30 kami sudah diminta naik pesawat. Cuaca sangat cerah juga. Kami akan menempuh penerbangan dua jam. Adik sekeluarga juga sedang dalam perjalanan, mareka sudah sampai di Gresik. Dua jam ternyata lama juga ya. Pertama-tama lihat pulau Batam dan kepulauan Riau yang semakin lama semakin hilang berganti dengan awan putih, kemudian baca-baca majalah, makan bekal makanan, yang anak-anak masih merasa lapar juga, sehingga mereka minta dibelikan pop mie yang harganya lumayan di pesawat. Untungnya mereka mau sharing satu berdua. Aktifitas lainnya adalah gantian ketiduran di pesawat. Perut kenyang, suasana adem memang membuat kita terlelap. Akhirnya sampailah kami di bandara Juanda. Ternyata adik sudah menunggu di pintu kedatangan. Kami sempatkan beli roti O untuk bekal di jalan, makan siang, dan shalat dulu.

Kami menuju ke arah Malang. Adik tidak familiar juga dengan Sidoarjo ini, untung ada Google map, ada si sulung yang sudah pandai baca peta di Google map, dan mengandalkan tanya-tanya orang jika ada kebingungan. Kebanyakan kami melalui jalan tol.

Ternyata bandara Juanda ke Malang jauh juga ya. Kami dari Bandara sekitar jam 13.00, sampai ke Malang sudah agak sore, sekitar jam 16.00. Kemudian lanjut ke Batu. Perjalanan alhamdulilah lancar ya, cuma memang jauh sih. Mungkin karena hari Rabu dan belum waktunya peak session ya.

Saya sudah memesan kamar di sebuah homestay melalui airbnb.com di batu. Ternyata lokasinya benar-benar di depan BNS(Batu Night Spectaculer). Saya sudah kontak hostnya kalau akan datang malam hari. Sampai di homestay, saya telpon host, kemudian dia kasih kunci. Alhamdulilah kamarnya luas sekali, tempat tidurnya juga King, sehingga cukuplah untuk kami bertiga. Saya tidak mengira kamarnya akan selapang itu. Berdasarkan pengalaman menginap di hotel yang spacenya sangat terbatas ya. Disediakan juga peralatan mandi, air mineral, kopi, teh seperti di iklannya.

Sesudah bersih-bersih, kami lanjutkan acara cari makan malam. Ada sederetan tenda makan di depan BNS, kami makan soto dan bakso. Di hari pertama ini rasanya cukup enak, harganya juga sesuai yang sudah tertera. Hanya saja, di malam kedua, kami makan bakso masih di deretan tempat makan tersebut, penjualnya lain, rasanya tidak karuan. Si bungsu langsung menolak baksonya. Saya cobain ternyata tidak enak juga. Kemungkinan karena sudah lama tidak laku, jadi rasanya gak karuan. Ya sudahlah, akhirnya Sofia kami belikan roti.

Sesudah makan, kami ke BNS. Semangat banget ya…Si sulung beli tiket terusan, saya dan si bungsu beli tiket masuk saja. Si bungu pengin main beberapa permainan di sana. Ternyata di jual juga tiket per permainan. Keputusan saya beli tiket eceran tepat juga, karena untuk anak usia 6 tahun permainannya terbatas juga. Untuk si sulung yang SMP, permainannya sangat banyak, hanya saja, dia juga tidak maksimal mencoba seluruh permainan, mengingat sudah capai dan pusing karena naik wahana tersebut. Oh ya, si bungsu malah dapat hadiah boneka setelah main di arena ketangkasan.

Setelah 3 jam di sana kami memutuskan pulang. Sepanjang pintu keluar, di area food court ternyata banyak sekali penjual kaos, sandal, suvenir. Mayoritas sih jualan kaos. Si sulung beli kaos seharga 55 ribu, si bungsu beli sandal 10 ribu. Di kios-kios di luar BNS, saya beli kripik apel dan nangka.

 

BNS
BNS
Permainan ketangkasan
Permainan ketangkasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s