Sejenak ke Semarang

Ke semarang hanya dua hari untuk urusan kantor, berangkat minggu pagi, sekitar jam 10 dari Batam dan pulang kembali Senin siang. Berangkat berdua ama teman. Naik pesawat Lion langsung ke Semarang. Sampai Semarang jam 11.45. Ontime sekali. Malah sangat ontime, karena walaupun jadwal berangkat itu jam 09.45, tapi jam 09.20 semua penumpang sudah diminta naik ke pesawat. Jadi kalau naik Lion saat ini harus meluangkan waktu yang cukup banyak sebelumnya, jangan terlalu mepet, nanti bisa ketinggalan pesawat.

Di Semarang kami menginap di Louis Kienne Hotel. Hotelnya dekat Simpang Lima. Dari bandara naik taksi, kemudian check in ke hotel. Ternyata belum bisa check in. Kalau mau, kena charge. Wah.. Mendingan jalan-jalan dulu saja ya. Akhirnya ransel kami titipkan ke resepsionis. Kami jalan-jalan menyusuri Simpang Lima. Tujuan pertama adalah masjid Baiturrahman Semarang. Masjidnya besar dan sudah tua sekali. Arsitekturnya unik sekali. Kami shalat Dhuhur di sini. Setelah shalat kami makan Tahu Gimbal di trotoar depan masjid yang rindang. Enak banget dan mengenyangkan. Ini kedua kalinya makan Tahu Gimbal di sana. Ternyata tak lama kemudian mau turun hujan, sehingga kami segera menyelesaikan transaksi pembayaran walaupun makanan belum habis. Kami berteduh di mall terdekat. Mallnya besar sekali.

Saya pakai kesempatan ini untuk beli baju seragam PK, karena ada beberapa baju dan sepatu yang belum punya. Senang juga belanja bareng teman, karena dapat advice model baju yang agak beda dari gaya saya, tapi bagus. Habis itu keliling ke beberapa toko, cari sepatu ama batik. Di dekat situ ada toko Danar Hadi yang besar banget. Batiknya bagus-bagus, tapi ya begitu deh, mahal-mahal. Saya tentu saja cari batik yang paling murah dan masih oke tentunya. Untungnya batik-batiknya sudah dikelompokkan berdasarkan harga dan jenis kelamin, sehingga tidak susah carinya. Sesudah dari Danar Hadi ini, kami kembali jalan kaki ke hotel. Mestinya bisa naik angkut sih. Tapi mengingat hotel kelihatan dari kejauhan, terasa nanggung juga kalau naik angkot atau taksi.

Kami cepat-cepat mandi, karena ada janji pertemuan dengan pihak lain. Hehe, gak perlu diceritakan juga sih, walaupun penting bagi saya, kan belum tentu penting bagi pembaca. Singkat kata, pertemuan tersebut diiringi dengan minum jus alpukat yang sangat enak dan gulanya dipisah. Kalau mau manis, kita bisa menuang gula sendiri. Sekitar jam 19.30 acaranya selesai, dan kami serombongan diundang makan malam oleh seorang teman di restoran yang berbeda. Kami datangnya telat nih, sehingga pihak pengundang sudah selesai makan. Tapi tetap ditungguin dan diajak ngobrol. Sesudah itu, kami rame-rame naik angkot menuju ke hotel.

Ternyata teman-teman masih pengin jalan-jalan, dan mengajak kami jalan-jalan keliling Semarang. Sebenarnya belum tahu juga rutenya mau ke mana, Ada yang ingin makan lumpia. Pertama kami cari di warung tenda di Simpang Lima, tapi tidak ada yang sreg, kemudian dilanjutkan naki taksi ke toko penjual lumpia. Di sana saya makan lumpia satu buah dan minum teh dingin. Hehehe, sebenarnya sudah kekenyangan makan di restoran sebelumnya. Lapar–>kenyang –>kenyang sekali sesudah makan lumpia. Tempat jual lumpia ini juga jual oleh-oleh. Saya beli Wingko Babat untuk oleh-oleh teman-teman dan keluarga. Ternyata di perjalanan pulang, ada teman yang ingin makan bakmi Jowo. Wah….Kalau saya sih sebetulnya tidak sanggup lagi, jadi cuma menemani saja. Perjalanan yang panjang…tapi anehnya malah gak ngantuk lagi. jadi ingat film AADC jilid 2, mengunjungi banyak tempat dalam waktu sehari. Sampai hotel menonton TV sebentar, tapi tidak bisa tidur dengan nyenyak, sehingga ketika bangun tidur masih terasa ngantuk banget.

Kami pergi pagi-pagi sekali, sekitar jam 07.00. Harus buru-buru sarapan kemudian nitip tas di resepsionis hotel, kalau gak mau ditinggal ama rombongan. Tugas dinas sudah menanti. Gak perlu diceritakan juga. Acara selesai jam 12.00. Kami kembali lagi ke hotel mengambil tas sambil naik angkot, karena ternyata susah sekali mencari taksi dari lokasi kami berdiri. Sesudah itu, kami lanjut ke bandara. Ada yang ingin makan mangut di sebuah warung makan dekat bandara, yang ternyata menu yang dimaksud habis. Hehe, belum rezeki. Akhirnya kami makan menu yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s