Perjalanan Menuju Tempat PK

PK adalah semacam acara yang diselenggarakan LPDP, kepanjangannya persiapan keberangkatan. Meskipun belum dapat LOA, saya akhirnya mendapat undangan untuk mengikutinya, setelah dua kali dicancel, karena memang diprioritaskan peserta yang sudah mendapat LOA. Acara lima hari plus dua hari sebagai persiapan. Saya berangkat hari sabtu pagi, diantar suami ke bandara. Naik Lion Air. Oh ya, sebelumnya sudah janjian ama beberapa peserta lain, naik mbil bareng menuju ke Depok. Kami naik grab. Ternyata cukup jauh jaraknya. Sampai ketiduran di mobil. Mobil yang kami naiki juga nyasar ke perkampungan, kemudian mentok di sebuah gang buntu. Gara-gara mengikuti GPS, belok kanan, belok kiri, dst. Lucu juga….

Kami menginap di Wisma Hijau. Kamarnya sederhana, tapi rimbun ama pepohonan dan bunga, makanannya lezat, trus yang penting, saat lihat kasur, saya langsung terlelap. Maklum baru mulai tidur jam 11 malam dan harus bangun jam 03.30. Sebenarnya terlalu cepat ya petugas membangunkan teman-teman. Hal tersebut berlangsung di hari pertama dan kedua. Hari-hari selanjutnya tidak lagi dibangunkan, karena tidurnya semakin larut juga. Gak tega ngebanguninnya atau saya yang sudah tidak dengar lagi teman mengetuk kamar ya, entahlah.

Acara sebenarnya dimulai jam 05.00 pagi. Benar-benar tepat waktu. Materinya seru-seru. Alhamdulilah banget, saya bisa mengikutinya hanya sekali ngantuk, di malam hari kedua. Padahal saya tuh orangnya suka ngantuk kalau dengar ceramah. Mungkin karena materinya mengena banget ya, jadi ngerasa sayang kalau gak mengikutinya dengan serius. PK selesai Jumat siang, tapi dilanjutkan dengan acara informal sampai sore. Saya ijin pulang duluan hari Jumat jam 14.00.

Untuk kepulangan ini gak ada teman seperjalanan lagi. Banyak yang baru pulang hari Sabtu atau menunda pulang untuk mengurus berbagai urusan lainnya. Saya naik grab lagi sendirian, pertama sempat gentar, kuatir terlalu mahal. Habis sekitar 170 ribu sudah termasuk tol.  Perjalanan alhamdulilah lancar. Dua jam saya sudah sampai di terminal 3 Ultimate bandara Sukarno Hatta. Bangun tidur sempat mikir, gedung apa nih, kok besar sekali. Ternyata itu bandaranya. Maklum di tiga kali kunjungan sebelumnya ke bandara Ultimate, saya hanya numpang transit saja dan sama sekali belum terpikir mencari gambarnya di Google.

 

peserta PK-87 LPDP
peserta PK-87 LPDP
sedikit kontribusi dari PK-87 untuk korban gempa Aceh
sedikit kontribusi dari PK-87 untuk korban gempa Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s