Manado, Tomohon

Tanpa disangka-sangka, dapat tugas ikut workshop dari kementerian Ristek Dikti. Kejadiannya sekitar bulan Oktober 2016. Workshopnya jauh sekali di Manado. Ada 6 orang dari kampus kami. Transport dan akomodasi ditanggung oleh kementerian. Bahkan kami  juga mendapat uang saku, untuk membeli oleh-oleh. Asyik banget gak sih. Agak bingung juga, kenapa tempat acaranya jauh sekali?  Ternyata pesertanya adalah kampus-kampus negeri yang berada di daerah perbatasan. Mungkin sengaja dipilih Manado, supaya tempatnya berada di tengah-tengah. Selain peserta dari daerah barat seperti kami, ada juga yang dari Kalimantan, Sulawesi sendiri, NTT, dan Irian Jaya. Acaranya full dan disiplin sekali. Di hari pertama diisi dengan presentasi oleh para pakar di bidang penjaminan mutu, kemudian di hari kedua diisi dengan diskusi kelompok dilanjutkan dengan presentasi kelompok.

Kami berangkat kamis pagi-pagi sekali, mengejar pesawat pertama. Diantar oleh seorang teman ke bandara. Berkeliling dulu ke beberapa rumah menjemput anggota rombongan lainnya. Kami naik garuda, Batam-Jakarta. Jakarta-Manado. Di Jakarta, pesawat mendarat di terminal 3 ultimate bandara Sukarno Hatta. Hm, ini pengalaman pertama berada di terminal 3. Terminalnya keren, tapi memang belum beres semua, sehingga di sana-sini ada yang ditutup,  menandakan masih ada proses pembuatan outlet atau ruang-ruang baru lainnya.

Yang seru sebenarnya ramai-ramainya. Bisa cerita santai dan ngalor-ngidul ama teman-teman. Kadang juga dengar-dengar gosip baru. Dulu pernah juga ikut training di BSD, berenam juga dengan teman-teman sekantor, tapi orangnya berbeda. Kami transit sekitar 2 jam, kemudian malanjutkan pesawat Jakarta-Manado. Masih dengan Garuda. Di pesawat, dapat makanan, koran, dan bisa nonton film. Seru deh. Diselingi dengan acara tidur tentu saja. Sampai manado sekitar jam 14.00 WITA. Perjalanan yang sangat panjang ya. Sebenarnya kalau saya lebih memilih pesawat Lion yang rute Batam-Balikpapan-Manado, karena harganya jauh lebih murah. Tetapi, tidak ada satupun teman yang sependapat dengan saya. Kalau berangkat sendiri, takutnya biayanya lebih mahal, karena taksi harus ditanggung sendiri, jadi saya akhirnya ikut suara terbanyak.

Kami mendarat disambut pohon-pohon kelapa yang sangat tinggi. Heran juga, mengapa pohon kelapanya kurus-kurus, tapi tinggi-tinggi begitu ya. Kami kemudian naik taksi, biayanya sekitar 150 ribu ke hotel tempat acara berlangsung. Kami langsung mengikuti acaranya walaupun terasa masih jetlag. Gimana lagi, kami juga bersalah, karena terlambat. Sebenarnya tidak bermaksud terlambat. Kebetulan sehari sebelumnya, di unit kerja kami sedang diaudit eksternal. Mau gak mau memang harus ada di tempat terkait audit. Mau menolak undangan ke Manado juga sayang. Akhirnya diambil jalan tengah, ikut ke Manado, tapi sedikit terlambat.

Acara berlangsung sampai malam. Tentunya diselingi dengan break shalat magrib dan makan malam. Makanannya mantap, tapi pedas banget ya. Agak kaget juga, salah taktik sih, karena saya terlalu banyak ambil kuah. Tetapi di kesempatan selanjutnya tentunya lebih hati-hati.

Kami diinapkan di hotel Aryaduta. Hotelnya mempunyai view pantai. Hotelnya banyak mempunyai jendela kaca tanpa korden. Pintar idenya, karena lewat jendela itu, kita bisa melihat pantai yang cantik sekali. Kadang mendung, kadang cerah. Saya senang sekali saat siang hari, cuaca cerah, laut biru tampak jelas sekali.

Acara hari kedua dimulai pagi-pagi sekali, sekitar jam 07.30. Dan kami dapat PR juga untuk dikerjakan di kamar. PRnya tidaak susah dan bisa dikerjakan berkelompok. Acara selesai siang hari di hari kedua. Kesempatan ini kami gunakan untuk jalan-jalan keliling kota Manado dan Tomohon. Kami menyewa Avanza lewat seorang teman, kemudian jalan-jalan mengunjungi berbagai tempat wisata, antara lain patung Yesus raksasa, makam Imam Bonjol, ke danau Linow di Tomohon, ke tempat penjualan rumah adat orang Manado yang terbuat dari kayu, membeli oleh-oleh, dan lanjut makan malam. Menunya ikan tuna. Capek banget ya. Tapi seru banget. Seingatku yang paling lama di danau Linow. Pemandangannya bagus banget, meskipun bayarnya mahal, sekitar 25 ribu per orang, trus tiap orang dapat minuman teh/kopi. Kami memesan ubi goreng. Porsinya lumayan banyak, cukup untuk kami berlima. Sesudah dari danau Linow kami kembali ke Manado, beli oleh-oleh dilanjutkan acara makan malam. Menu yang kami pilih adalah ikan tuna. Enak. Dini hari, kami check out, kembali naik pesawat lagi, dengan rute kebalikannya, dengan ransel bertambah berat dengan oleh-oleh berisi makanan khas manado.

 

Manado view
Manado view
Rileks di danau Limow
Rileks di danau Limow

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s