Backpacker ke Bangkok (2)

Di hari kedua ini kami berniat menyusuri sungai, kemudian mengunjungi kuil-kuil yang ada di sekitarnya. Dari apartemen, kami harus berjalan sekitar 300 meter ke halte bis terdekat. Untuk pertama kali naik bis di Bangkok, tapi tidak tahu caranya. Alhamdulilah petugas mengarahkan kami untuk membeli tiketdengan ramah. Kami naik bis menuju ke stasiun kereta terdekat. Jaraknya cukup jauh juga, dan harus melewati banyak halte. Di hari pertama agak tegang juga kuatir halte tempat turun kami terlewat. Untunglah kalau kami berangkat ke arah stasiun kereta, kami turun di halte terakhir. Terus harga tiket bis sejauh itu sangatlah murah. Hanya saja rute bis sangat terbatas. Kalau banyak, pasti kami memilih naik bis, karena jauh lebih murah.

Kami membawa peta kereta juga ke mana-mana karena cukup susah mengingat nama stasiun kereta di Bangkok. Namanya berbeda dengan nama Indonesia atau Bahasa Inggris. Tujuan kami ke stasiun yang terdekat dengan sungai Chao Phraya. Nanti kami janjian ketemu dengan teman di stasiun tersebut. Tak lama menunggu teman kami datang, selanjutnya kami naik kapal. Agak bingung juga di mana tempat beli tiketnya. Akhirnya ikut kerumunan saja. Begitu kapal datang, calon penumpang berbaris naik bebas memilih kursi. Kapalnay ukurannya kecil dan terbuka. Hanya saja ada atapnya, mengingat kota Bangkok sangat panas. Naik kapal ini mirip naik bis, ada pelabuhan-pelabuhan tempat kapal berhenti sebentar untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Kami sampai di halte kapal tujuan. Kami ingin menuju ke Wat Pho temple. Di pelabuhan banyak sekali toko-toko yang menjual suvenir. Kami mengikuti arus orang. Jalannya sangat sempit, dan jumlah penumpang sangat banyak. Kami sempat mengikuti arus penumpang lain, yang ternyata melewati toko orang. Di awal kami tidak tahu, baru ketahuan ketika sedang antri naik kapal untuk menyeberang ke seberang sungai, si pemilik toko marah-marah karena tokonya dimasuki orang dan dijadikan jalan alternatif.

Di Wat Pho temple ini kami memutuskan tidak masuk ke dalamnya. Entah deh, padahal sudah direncanakan termasuk dihitung biayanya. Tapi sesudah sampai di sana, malah rombongan pelit mengeluarkan uang bathnya.

Sesudah mengunjungi Wat Pho temple, kami mengunjungi Wat Arun temple. Di Wat Arun temple , si bungsu mulai rewel, mungkin dia kecapekan, akhirnya kami pisah dengan rombongan lain dan janjian menunggu di gerbang. Kami hanya duduk-duduk sambil beli minuman. Kadang-kadang apa yang direncanakan memang berbeda dengan kenyataan.

Sesudah dari kuil temple ini, kami berniat pulang, karena anak-anak sudah rewel. Akhirnya bu Y memutuskan untuk jalan sendiri melanjutkan petualangan ke Grand Palace. Rombongan keluarga saya dan bu V memutuskan main ke apartemen bu V. Di tengah perjalanan, kami menjumpai Mac Donald. Hm…akhirnya makan Mac Donald kemudian putar-putar sebentar lihat mallnya. Ternyata hanya mall kecil saja. Kami main sebentar di apartemen bu V. Sesudah itu, bu V mengantar kami ke apartemen sambil berniat berenang di apartemen kami. Karena berenang sampai malam, akhirnya diputuskan untuk menginap di apartemen. Pas kami datang, bu Y juga datang. Kami datang hampir bersamaan. Bu Y malah beli ikan, sayur, dan buah-buahan. Wah ide bagus tuh. Ternyata di dekat apartemen kami ada pasar kaget ketika sore hari. Di hari-hari selanjutnya, saya berniat pergi ke pasar, pasarnya sudah tutup, karena kami sampai apartemen biasanya sampai malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s