Traveling ke Bandung

Mengenang masa lalu pernah tinggal di kota ini. Dulu pernah beberapa hari nebeng di kosan teman di Cisitu Lama. Sekarang kos lagi di Cisitu Lama. Kayaknya gak banyak berubah ya kawasan ini. Rumah-rumahnya tetap, lorong-lorongnya juga tetap. Pasti ada yang berubah satu dua, tapi secara umum tetap. Minggu lalu, ada hujan besar, kehujanan….terus jalanan banjir oleh genangan air. Kalau yang ini kayaknya ciri khas Bandung ya. Kalau hujan besar, langsung ada genangan air di mana-mana. Yang agak mengagetkan adalah adanya petir yang suaranya dasyat banget. Di kelas, kami sering terkaget-kaget dan ketakutan mendengarnya. Kayak di Batam saja. Hal tersebut meruntuhkan hipotesisku bahwa petir besar hanya ada di Batam.

Di Bandung tuh tempat makanan enak. Memang benar sih, terus lebih murah. Aku banyak menjumpai makanan seporsi Rp 8.000 s.d. Rp 12.000. Di kampus juga rata-rata harganya Rp 12.000. Makanan enak lainnya tentu Kartika Sari…enak banget…pisang bolennya, hanya tidak bagus kalau sering-sering beli. Bukan hanya boros, tapi takut tambah melar badanku.

Ingat itu, aku punya program jalan kaki kalau ke kampus. Tapi harus meluangkan waktu 20 menit sebelumnya. Bisa jalan dengan santai dan menikmati pemandangan dan jalanan yang kita lalui. Kadang-kadang baru keluar dari kosan jam 06.45. Terlalu singkat untuk jalan santai. Kalau kasusnya kayak gini, lebih enak naik angkot saja sih…habis naik angkot, kita mesti jalan lagi ke kampus, karena angkotnya berhentinya agak jauh dari pintu belakang. Tapi kalau pulang dari kampus, lebih baik naik angkot, karena jalanan menanjak. Diprovokasi teman supaya jalan saat pulang, tapi naik angkot ternyata lebih menggoda.

Traveling kali ini, menurutku adalah sebuah kesempatan emas untuk mengupgrade diri supaya lebih baik, terutama dalam skill bahasa Inggris. Kesempatan, karena kapan lagi coba bisa belajar secara intensif begini. Mumpung bude ada di Batam, jadi ada yang mengurus rumah. Semoga bisa mencapai prestasi yang maksimal.

Di sini nyobain naik Uber gratisan, nyobain air port yang baru direnovasi, kuliah di gedung baru. Sebenarnya gak tahan juga ya jauh ama Sofia. Kayaknya dia juga ngerasain hal yang sama juga. Mungkin karena bungsu ya…jadinya perasaannya lebih kuat. Semoga saja untuk selanjutnya bisa kuliah yang bisa nglajo, gak harus jauh banget dari rumah. Misalnya kuliah di Singapura. Pergi pagi, pulang sore. Semoga bisa diterima di sana, dapat beasiswa, dan bisa menjalani dengan baik kuliahnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s