Back Packer ke Bangkok

Perjalanan menutup tahun 2015 yang kami lakukan tanpa ayah. Ini merupakan awal kami bertiga cewek-cewek keluarga ini travelling bersama tanpa ditemani ayah. Dia sedang menikmati kerja di tempat baru, sehingga tidak bisa cuti. Baiklah…kami bertiga, ditambah dua orang teman kantor dan anaknya. Jadinya yang pergi mayoritas cewek ya…Ternyata di kemudian hari, setelah kami kembali, ayah komplain juga, kenapa tidak diajak. Akhirnya kami menyepakati untuk mengadakan traveling bareng dengan ayah di awal tahun 2017. Tempatnya masih dirahasiakan.

Seminggu berada di bangkok, rasanya ternyata lama banget ya. Agak beda saat di Malaysia. Di Malaysia itu 4 hari. Rasanya singkat banget. Pada waktu buat plan, mikirnya perjalanannya saja kan sudah lama, terus ongkosnya juga mahal, masa baru datang sudah balik lagi. Gak mau rugi ceritanya. Ternyata khusus untukku dan Sofu, perjalanan kami yang seminggu ditambah 1 hari lagi, yang sangat mencekam. Jadi totalnya 8 hari.

Perjalanan ini diawali dengan ide tidak sengaja saat mengajar praktikum di lab. Tiba-tiba mikir, rasanya ingin jalan-jalan nih. Ke Bangkok dan negara sekitarnya. Kemudian ide selintas tersebut saya tulis di whatapp grup. Ternyata banyak yang tertarik, walaupun akhirnya menciut menjadi dua orang saja yang berniat serius mau ikut backpacker ke Bangkok.

Selanjutnya kami mencari tiket pulang pergi bersama-sama, sambil melihat traveloka menentukan kapan hari terbaik kami berangkat dan kembali ke Batam. Rute yang kami ambil adalah :

  1. Batam-Singapura : naik ferry
  2. Singapura-Bangkok : naik pesawat
  3. Bangkok-Singapura : naik pesawat
  4. Singapura-Batam : naik ferry

Kerepotan lain adalah mencari penginapan. Kami berulang kali mencari hotel, selalu tidak menemukan yang pas di hati. Akhirnya ada usulan dari teman menggunakan aplikasi airbnb. Di sana juga pilihannya banyak banget, akhirnya menemukan apartemen yang cukup murah dan ternyata mewah sekali, tapi lokasinya memang agak jauh.

Sesudah itu kami mulai beli tiket ferry Batam-Singapura, pp. Sengaja cari yang paling murah. Kami juga check in beberapa hari sebelum hari H, kuatir kalau tidak kebagian tempat duduk, mengingat kami travelling di akhir Desember. Saya pernah punya pengalaman, kalau di hari-hari yang libur panjang, terminal ferry Batam-Singapura itu sangat padat sekali. Alhamdulilah, kami mendapatkan jadwal keberangkatan yang diinginkan.

Untuk objek wisata belum kami dalami secara mendetail. Kami banyak mengikuti guide yang disusun oleh Dina dan suami yang ada di http://www.duaransel.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s