Back packer ke Kuala Lumpur (1)

Di libur lebaran tahun ini, kami mengisinya dengan back packer ke Kuala Lumpur. Temanya keren “back packer”. Sebenarnya kami tidak berniat terlalu mengirit. Tapi sesuainya dengan temanya, kami jadi terbawa ikut suasana backpacker juga. Alhasil, uang yang kami siapkan masih tersisa cukup banyak, sebanyak 1.5 juta. Kami menyiapkan uang 10 juta untuk 4 hari 3 malam bagi 4 orang. Jadi 1 orang jatahnya 2.5 juta. Data ini didasarkan pada harga yang ditawarkan oleh biro-biro perjalanan yang menawarkan paket perjalanan Batam-Kuala Lumpur selama 3 hari 2 malam, sebesar 2.75 juta per orang. Ternyata jalan sendiri lebih hemat kan? Waktunya lebih lama, tapi harganya lebih murah. Rencana awal mau menyusur dari Penang, Kuala Lumpur, Malaka, Johor. Dengan pertimbangan keterbatasan waktu dan tenaga, akhirnya kami ambil rute Batam-Kuala Lumpur-Johor-Batam.

Perjalanan diawali dengan naik pesawat Malindo Air dari bandara Hang Nadim. Ini penerbangan internasional pertama kami dari bandara Hang Nadim. Pesawat dijadwalkan terbang jam 11.50. Kami sudah sampai di bandara jam 10 pagi. Check in, kemudian menuju ke gate yang ditentukan. Ada satu gate untuk penerbangan internasional. Ternyata kami kepagian, karena gatenya masih kosong, belum ada orang. AC juga belum dinyalakan. Untuk memasuki gate tersebut ada counter imigrasi yang harus dilewati. Petugasnya juga belum ada. Petugasnya baru mulai datang jam 11.15.

Jpeg

Menunggu pesawat

Jpeg

berfoto dengan back ground pesawat

Setelah check ini, aku baru sadar kalau pesawat akan mendarat di lapangan terbang Sultan Abdul Azis Shah di Subang. Awalnya aku mengira kami akan mendarat di KLIA 2.  Mungkin terpengaruh info dari blog-blog lain, kalau ke Kuala Lumpur pesawat akan mendarat di KLIA atau KLIA 2. Pesawat Malindo ukurannya kecil. Kapasitas 70 orang dan ada baling-balingnya. Kalau sedang melintasi awan terasa sekali. Demikian juga saat mau take off dan landing, pesawat terasa sekali berjalan dengan kecepatan sangat tinggi. Di pintu masuk bandara, kami harus melewati petugas imigrasi Malaysia. Meja mereka sangat dekat dengan pesawat yang sedang dihidupkan mesinnya, sehingga sangat berisik. Kami disuruh scan 2 jari telunjuk. Kami sempatkan makan siang di sini, karena waktu sudah menunjukkan jam 14.30 waktu Malaysia. Sudah sangat terlambat makan siang. Awalnya kami mengira harga makanan di bandara pasti sangat mahal. Ternyata tidak terlalu mahal. Tetap masih lebih mahal dibanding di rumah makan sejenis, akan tetapi perbedaan harganya tidak terlalu mencolok.

Tujuan selanjutnya adalah stasiun KL sentral. Kami memilih naik bis, supaya lebih murah. Tapi sebenarnya kami gak tahu juga apakah naik taksi lebih mahal daripada naik bis. Kami tidak sempat survey harga taksi berapa. Kami menunggu bis cukup lama, karena frekuensi kedatangan bis adalah 1 jam sekali.Kami diturunkan di KL Sentral. Di sini kami jalan-jalan dulu di mallnya. Bagus banget mallnya. Kebetulan ada pameran dengan tema hari raya. Pamerannya menggunakan stand rumah-rumah adat di Malaysia. Agak beda dengan pameran di Batam yang kebanyakan pakai stand-stand kecil. Dari mall kami ke stasiun KL Sentral. Kami agak kebingungan juga mencari di mana stasiun LRT-nya. Untung saja, ada orang yang berbaik hati kasih tahu di mana letaknya. Ternyata harus keluar dari mallnya. Tujuan selanjutnya adalah stasiun Pasar Seni. Pengalaman pertama beli tiket LRT. Yang buat aku heran, dari KL Sentral ke Pasar Seni kena charge 3.2 RM per orang. Mahal banget kan. Dan di trip selanjutnya, kami hanya kena charge 1 RM per orang. Aneh banget kan?

One thought on “Back packer ke Kuala Lumpur (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s