Jalan-jalan ke Semarang

Agenda utama bukan jalan-jalan, tapi dapat tugas keluar kota 2 hari di Semarang. Karena gak enak kalau cerita tentang kerjaan, ceritanya tentang jalan-jalan saja.

Dimulai hari selasa pagi, packing, pilih-pilih baju secukupnya, siaps-siap, kemudian antar anak-anak ke sekolah. Diantar ama suami ke bandara. Di sana sdh janjian dengan rombongan lainnya. Ketemu, checkin, ternyata sdh dibookingin supaya bisa duduk sebelahan. Aha, baru tahu nih, ternyata bisa begitu. Checkin-nya lama sekali, karena penumpang Garuda pagi itu padat sekali. Analisaku karena sehari sebelumnya ada acara HPN(hari pers nasional), sehingga banyak sekali orang yang berkunjung ke Batam.

Akhirnya bisa check in juga di saat-saat terakhir, sehingga gak sempat beli oleh-oleh untuk keluarga di Semarang. Di pesawat ngapain aja ya? kayaknya cuma baca-baca majalah aja, sambil menikmati kata-kata bahasa Inggris yang aneh-aneh dan membandingkan dengan terjemahannya. Dapat makan juga, jangan-jangan yang lama makannya ya? Sebelum landing ke Jakarta, sempat melewati awan gelap. Hanya saja, aku kebetulan sedang ngantuk berat, sehingga gak sempat panik.

Landing ke Jakarta….Ngapain aja di sini? Actually, hanya beli brownis saja, habis itu duduk-duduk di ruang tunggu sambil baca-baca email ama FB. Kebetulan banyak kejadian-kejadian heboh pagi itu, sehingga membuatku agak frustasi dan cemas.

Gak terasa, tibalah saat terbang ke Semarang. Pesawatnya malah dilengkapi dengan video, sehingga bisa nonton fil, walapun hanya sebentar banget, judulnya “Haji backpacker”. Jadi penasaran pengin nonton lanjutannya. Alhasil, tiba di Semarang dengan selamat, kemudian ke instansi tujuan sampai sore, terus ke hotel.

Menjelang magrib, kami pergi ke masjid raya Baiturrahman. Masjidnya besar dan sudah tua, tapi keren banget. Jamaah lainnya ramah2. Gak kenal, tapi kasih senyuman dan mengajak bersalaman. Rasanya gimana gitu, jadi kayak di rumah sendiri. Habis sholat, makan lesehan, menunya tahu gimbal. Enak lho…Trus ke mall di sebelahnya, cari obat batuk dan dapat salak juga. Pulang ngemall, ternyata adzan isyak, sehingga kami ikut shalat jamaah lagi di masjid raya tersebut. Seru juga ternyata, ada wisata rohaninya.

Esok menjelang, sarapan, ke tempat acara sampai sore, kemudian main ke rumah sodara bentar. Balik hotel, kemudian melanjutkan jalan-jalan malam kedua. Tujuannya adalah kawasan penjualan oleh-oleh di Pandanaran. Enak ternyata jalan-jalan di trotoar, rame2 ama teman2. Semarang kodusif dan aman dipakai untuk jalan-jalan malam ini.

Banyak sekali toko bandengn presto Juwana. kami masuk ke salah satu toko yang direkomendasikan kenalannya teman. Makanannya enak-enak. Banyak banget kue yang disiapkan untuk dicicipi. Jadinya sering cicip sana-sini deh. Akhirnya beli 4 bungkus oleh2. Maunya beli yang banyak, tapi akal sehatnya langsung mengingatkan, bagaimana membawanya, karena perjalanan akan dilanjutkan ke kota lainnya, sehingga harus hemat bawaan.

Pulangnya naik angkot, kemudian cari makanan di Simpang lima semarang. Banyak sekali tenda2 penjual makanan di sana. Kelihatannya enak2 semua, sehingga bingung memutuskan. Teman yang lain juga mengalami hal yang sama. Akhirnya beli pecel, bakwan jagung, dan telur puyuh. Enak dan relatif murah.

Esok hari ketiga, lanjut kerja lagi. Kebetulan bisa lebih cepat, sehingga jam 12.30 acara sudah selesai. Aku agak berdebar2 karena akan melanjutkan perjalanan sendirian ke arah timur. Diawali naik BRT alis bis trans semarang. Versi hemat banget, karena jaraknya cukup jauh, hanya bayar Rp 3.500, tapi lama banget, gak sampai-sampai. Turun di depan halte Sultan Agung, karena kata kondekturnya sdh tdk ada halte lagi di depan. Ternyata hujan rintik2. Karena jaraknya cukup jauh, dengan membawa dua tas besar, kuputuskan naik angkot saja. Untung deh, ada angkot. Diturunkan di depan terminal, tempat untuk mencari bis jurusan Surabaya. Tak lama kemudian bis yang ditunggu tiba. Ternyata sekarang modelnya dibuat jalan lingkar di luar kota, sehingga aku diturunkan jauh sekali dari pusat kota. Baru tahu sih, tapi jadi pengalaman. Untungnya ada teman satu bis yang turun di tempat yang sama, sehingga tdk merasa terasing dan sendirian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s