Jalan-jalan ke Jakarta

Akhir November lalu, saya dan 5 teman lainnya mendapat kesempatan mengikuti training di Jakarta. Sudah bisa dibayangkan bagaimana rasanya mengikuti training rame-rame seperti itu? Seru pastinya. Kami berangkat bareng-bareng ke Jakarta. Janjian di bandara Hang Nadim pesawat terakhir hari Minggu ke Jakarta, sekitar jam 19.20. Saya termasuk penumpang yang check in terakhir, tapi untungnya koper keluar duluan, sehingga tidak terlalu lama menunggu bagasi di bandara Sukarno Hatta. Tempat duduk pisah-pisah, karena datang di saat-saat terakhir. Karena jumlah personelnya banyak, tapi menyewa mobil besar untuk mengantarkan ke BSD. Salah satu keuntungan training bareng adalah hemat biaya taksi.

Training tersebut diadakan di sebuah hotel di BSD Tangerang. Ketika tahu trainingnya di BSD, aku langsung semangat, karena sudah membayangkan suasana yang sejuk dan tidak macet. Kami putuskan menginap di hotel tersebut juga. Kebetulan harga kamarnya masih masuk SBU dan kami isi sekamar berdua. Ceritanya penghematan. Ini adalah keputusan yang tepat, karena tidak merasa kesepian atau takut kalau sekamar sendirian. Selain itu juga ada teman yang mengingatkan untuk segera siap-siap training, ada teman yang mau diajakin jalan-jalan bareng juga. Di hotel enak tidurnya, enak-enak makanannya, walaupun akhirnya terasa bosan juga, karena menu makan pagi dan makan siang yang hampir sama.

Trainingnya berlangsung seru, walaupun saya harus mengikutinya dengan susah payah, mengingat saya ikut traning pendahuluannya sdh lama sekali. Trainingyja banyak tugas diskusi dan mengerjakan soal. Ini terus terang menyelamatkan aku yang sering sekali mengantuk kalau mendengar orang ceramah terlalu lama. Ada PR juga pada malam harinya.

Malam harinya, kami sempat jalan-jalan ke mall di sebelah hotel untuk makan malam dan ke Gramedia, mall SMS yang ternyata cukup jauh tapi besar sekali. Di sana makan masakan Jepang. Di malam terakhir, kami pindah ke Thamrin city untuk belanja baju batik dan sempat jalan-jalan di Grand Indonesia. Jalan-jalan dan makan malam saja, karena harga barangnya mahal banget. Harga makanan di mall di Jakarta cukup mahal ya, berkisar Rp 30-50 ribu untuk sekali makan. Di Batam harganya rasanya lebih murah ya? Atau karena biasanya kami makan di tempat yang lebih murah ya?

Thamrin city itu tempat belanja baju-baju wanita dan pria, dan sangat jarang baju anak-anak. Sangat banyak counternya, dengan barang dan harga yang bervariasi dan bisa ditawar juga. Ada yang bertema baju muslim dan bertema batik. Kayaknya segala macam batik ada deh. Trus aku baru sadar, kalau harga kain batik itu ada yang jutaan rupiah, padahal counternya kecil saja lho.

Seminggu di acara training tersebut, selain PR dan persiapan ujian, saya ada deadline publikasi penelitian, sehingga beberapa kali perut rasanya mules banget, seperti orang yang masuk angin. Terpaksa deh beli tolak angin, karena tidak tahan sakitnya.

Kami kembali hari Sabtu pagi dengan bawaan yang berlipat-lipat karena materi trainingnya sangat tebal dan beberapa oleh-oleh untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s