Review PBL

Sudah tiga minggu ini kuliah semester genap dimulai. Di kuliah pemrograman objek, saya mencoba menerapkan metode Problem based learning). Ternyata menyiapkan problem statement itu susah juga. Terlebih lagi kerepotan memperkirakan problem apa yang bisa memancing minat mahasiswa untuk memecahkannya, terkait dengan kehidupan sehari-hari, dan tentunya terkait dengan materi perkuliahan.

Sudah sejak lama diputuskan buat game. Tapi game yang seperti apa? Serumit apa? Akhirnya dengan susah payah jadi juga problem statemennya, dan beberapa terlalu mudah, karena mirip dengan praktikum. Sudah terlanjur juga sih…Sesudah buat problem statement, buat scaffoldingnya. Contoh yang diberikan saat training cukup menginspirasi tentang bentuk scaffolding. Membuatnya ternyata tidak mudah, beberapa kali bongkar pasang tidak jelas. Rasanya lama banget untuk menyelesaikan bentuk yang pas. Setelah uji coba di lapangan, ternyata soalnya terlalu banyak, sehingga harus menjadi PR. Semoga tidak memberatkan mahasiswa ya.

Cukup banyak mahasiswa yang berusaha dan bersemangat menyelesaikan tugasnya, walaupun mereka tidak diterangkan sebelumnya. Saya arahkan mereka membaca referensi yang tercantum lembar kerja tersebut. Walaupun masih di minggu ke-3, mereka sudah beberapa kali membaca tentang dokumentasi library Greenfoot.  Saya juga kontrol dan monitor saat diskusi berlangsung, sehingga cepat bisa mengarahkan saat ada jawaban yang salah.  Saat mengoreksi hasil PR-nya, tidak banyak muncul kesalahan yang berarti. Perlu dicek juga, apakah hal tersebut membekas di benak mahasiswa?

Saya terkesan dengan komentar salah satu trainer, bahwa penggunaan media kertas dan pulpen, bisa lebih mempermudah mahasiswa memahami materi yang diajarkan, daripada sekedar melihat slide sambil mendengarkan dosen ceramah.

Ada beberapa orang yang masih tidak antusias. Mereka hanya duduk diam agak jauh dari teman-temannya. Saya coba pancing supaya mereka lebih aktif dalam diskusi, ternyata tidak terlalu mempan. Mungkin ditanya langsung saja, apa pendapat dia terkait soal yang diberikan.

Di kuliah lainnya, data mining juga menggunakan pendekatan baru, yaitu dosen presentasi slide, kemudian mahasiswa mengerjakan soal di worksheet. Hasil worksheetnya bagus-bagus lho. Saya juga amati dan monitoring saat mereka mengerjakan. Ada proses diskusi dan interaksi yang cukup bagus. Kebetulan kelasnya cukup solid juga. Cara bu Yeni ini bisa ditiru juga. 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s