Long Holiday : Imlek

Libur Imlek tahun 2014 ini momennya tepat sekali, libur hari Jumat, sehingga kami bisa menghabiskan waktu selama 3 hari.  Liburan sebenarnya kami mulai hari kamis malam, yaitu melihat pesta kembang api di Nagoya.

Nagoya adalah salah satu pusat perdagangan di kota Batam, yang tentunya banyak sekali dihuni oleh para chinese. Acaranya berlangsung di jalan, di depan hotel Sari Pasific. Penyelenggara membuat panggung besar, dengan artis yang bersemangat menyanyi. MC-nya jarang banget, sambutan apalagi. Ada kemungkinan sambutan dilakukan di awal acara, sehingga saat kami datang ke sana sudah tidak ada lagi sambutan atau pidato-pidato. Sip deh..

Penyelenggara juga menyediakan ratusan kursi, sehingga para pengunjung bisa menikmati lagu-lagu sambil duduk dengan nyaman. Beberapa kali memeperhatikan pengunjung lain, yang dengan sopan menanyakan apakah kursi tertentu bisa dipakainya, dan dijawab dengan sopan juga.

Yang seru, ternyata yang menonton tidak hanya teman-teman chinese saja, tapi banyak juga warga yang berjilbab. Ehm…jadi ngerasa banyak teman deh. Sambil mendengarkan lagu-lagu pop indonesia yang populer, mata kami dimanjakan oleh kembang api yang sangat indah…

Setelah agak larut malam, lagu pop berganti ke lagu mandarin, yang asing di telinga kami, sehingga kami memutuskan untuk pulang saja. Di sepanjang perjalanan kami masih bisa menikmati kembang api yang dinyalakan di beberapa tempat.

Jumat

Pagi hari, kami jalan kaki ke taman baru di depan kampus Politeknik. Taman tersebut masih sepi, dan belum welcome untuk dikunjungi. Tapi sebagai tetangga, kami merasa penasaran dan ingin turut meramaikan taman tersebut.

Jam 9 ada pengajian di masjil Jabal Arofah di Nagoya. Ada teman yang kasih info tentang pengajian tersebut, dengan pembicara Ustad Yusuf Manyur. Suami ternyata tertarik juga untuk ikut pengajian tersebut.

Kami berangkat jam 8.30, yang ternyata acaranya belum dimulai. Suasana masjid sudah sangat ramai. Parkir mobil di luar masjid juga sudah sangat padat. Kami parkir ke bank mandiri di sebelah masjid.

Beberapa kali Sofia mengajak ke kolam melihat ikan emas. Kayaknya lebih menarik nonton ikan ya, daripada pengajiannya sendiri. Bahkan suami lebih memilih duduk di cafe masjid untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Akhirnya pengajian pun dimulai. Hanya saja, saat membawa anak balita, kita harus ekstra sabar, karena mereka tidak betah duduk diam mendengarkan penceramah. Beberapa kali Sofia minta diantar ke kamar mandi, kemudian menonton ikan di kolam, sehingga akhirnya kuputuskan untuk lanjut ke acara selanjutnya, yaitu jalan-jalan ke Nagoya Hill. Speaker di masjid tersebut tidak terlalu jelas, sehingga kurang enak didengar di telinga. Bahkan lebih jelas saat kami berjalan kaki menuju ke Nagoya Hill. Ada baiknya dilakukan pengetesan. Siapa tahu ada yang membaca blog ini.

Begitu masuk Nagoya Hill, ceramahnya berganti dengan lagu-lagu China. Maklum tahun baru Imlek. Kami masuk ke toko Ace Hardware, main ke tempat permainan anak, kemudian mencari sepatu untuk Nurul, hanya saja dia tidak suka model sepatu yang ada. Capek deh…

Ayah menyusul kami sesudah jumatan di masjid Jabal Arofah. Kami kemudian berkunjung ke rumah seorang teman chinese. Ternyata suasananya hampir mirip dengan Idul Fitri. Tuan rumah menyediakan banyak kue-kue kering dan basah, jeruk, minuman, makan siang, dan juga banyak dikunjungi oleh teman atau saudara. Di perumahan tersebut, warganya banyak yang chinese juga, dan rata-rata ramai oleh teman atau saudara yang sedang berkunjung.

Sabtu

Diawali dengan bersepeda di lapangan di depan rumah, kemudian belanja di pasar. Jalan-jalan hari Sabtu baru kami lakukan sore hari, sekitar jam 16.30 dari rumah. Tujuannya ke DC Mall. Kami mau melanjutkan mencari sepatu untuk Nurul, karena sepatunya sudah sangat butut. Untung saja, kali ini dia cocok dengan sepatu yang ada. Selain itu kami juga menikmati prata yang dijual di DC Mall, ada prata ayam, telur, dan favorit Nurul, prata Durian.

Minggu

Ke pantai Ocarina, karena Sofia protes, saat dia dibangunkan Sabtu pagi sebenarnya sudah dijanjikan mau ke Ocarina, kenapa kok jadinya hanya di lapangan depan rumah ya? Akhirnya kami ajak dia main pasir di pantai Ocarina pada hari Minggu.

Sore hari, rombongan keluarga kami dan keluarga seorang teman, konvoi menuju ke waterboom di Bengkong. Ini yang pertama kami masuk ke sana. Lumayan enjoy juga. Sayangnya ada beberapa wahana yang ditutup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s