Lebaran yang Ditunggu

Akhirnya tibalah hari lebaran yang ditunggu. Hari pertama, berkunjung ke rumah bude dan bulek, kemudian ke rumah mertua, ke rumah saudara-saudara dari pihak suami. Saudaranya cukup banyak, sehingga tidak bisa mengunjungi semuanya.

Hari kedua : kami pergi ke Wates, Jogja, silaturahmi ke rumah pacar dek Yayan. Persiapannya sih banyak sekali..Kami bantu sebisanya. Rombongan berangkat pagi-pagi sekali, sekitar jam 05.30 pagi. Perjalanan lancar, melalui Pati-Purwodadi-Solo-Klaten-Jogya-Wates. Sampai sana jam 14.00, karena jalanan sering macet. Acaranya lancar saja, tidak ada masalah apa-apa. Selain silaturahmi, juga membahas tentang tanggal pernikahan. Pulangnya beli oleh-oleh dulu khas Jogja. Di perjalanan pulang, kami kesulitan mencari tempat makan. Di beberapa titik yang diperkirakan banyak yang jualan, ternyata malah tidak jualan, sehingga serombongan makan malamnya agak terlambat.

Hari ketiga : ada pertemuan keluarga dari pihak suami. Ramai juga, ketemu banyak orang. Semacam reuni, tapi bukan reuni. Ada masalah yang harus dirembuk bersama.

lebaran

Hari keempat : jalan-jalan ke pantai Bandengan Jepara. Kami ikut meramaikan acara keluarga yang diadakan oleh paman di sebuah Villa di pantai tersebut. Ternyata pantai villa dan pantai masyarakat. kalau di Batam, sudah dikapling. Ada pantai hotel A, hotel B, hotel C, ada pantai rakyat, ada pantai tempat wisata D, dll. Akibatnya, walaupun pengunjung villa, tetap saja kesulitan menikmati fasilitas yang ada di sana, karena tingkat persaingan yang sangat tinggi. Rencana naik banana boat, gagal total, diganti dengan acara naik perahu motor ke pulau Panjang.

Kami sekeluarga, sekitar 16 orang menyewa perahu ke pulau Panjang. Saat sampai pulau, kami ditanya, apakah mau mampr pulau atau langsung putar balik. Tentunya kami memilih mampir ke pulau dong. Mereka memberi waktu 15 menit.Akhirnya kami jalan-jalan sebentar di pulau yang tidak berpenghuni itu, kemudian kembali ke tempat perahu. Ternyata perahu yang kami sewa sudah tidak ada lagi. Panik banget deh..dan ngerasa tertipu. Dan tidak ada seorang pun yang ingat nomor perahunya. Untungnya ada perahu lain yang mau mengangkut kami kembali ke pantai Bandengan. Lega…

Hari kelima : menghadiri pernikahan dek Ayum dan malamnya, kami berempat mengunjungi keluarga dari pihakku
Hari keenam : mengunjungi rumah bulek, dek Murni dan dek Dodik, orang tua dek Murni, dan Iskandar di kota Pati
Hari ketujuh : packing selesai, sore hari balik ke Jakarta.
Liburan pendek terasa sangat padat acaranya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s