Excuse me

Aku terbangun pagi sekali. Langsung buka pintu, ceritanya ingin melihat sun rise. Hanya saja mataharinya masih enggan menampakkan diri. Enak banget ya, kalau punya rumah, balkonnya menghadap laut lepas seperti ini…Rasanya nikmat banget…bisa memandang laut yang tenang, awan yang tenang di kejauhan.

Anak-anaknya akhirnya satu demi satu bangun, meramaikan suasana. Aku mulai foto-foto pemandangan. Tiba-tiba kameraku berbunyai…excuse me….jepret-jepret lagi, ada suara excuse me lagi, tapi lebih keras. Aku sampai kaget…Ternyata suara itu berasal dari balkon di atasku. Ada seorang turis, menanyakan, apakah aku mengenal penghuni kamar di sebelahku. Kubilang kenal. Ada apa? Ternyata short turis tersebut tertiup angin dan jatuh ke balkon di kamar sebelah. Akhirnya kubantu turis dari Jepang, yang bekerja di Singapura. Langsung deh kutelpon penghuni kamar sebelah, untuk mengambilkan celana tersebut. Jauh juga ya turis tersebut. Jepang bok..pantesan, bahasa Inggrisnya agak-agak kagok juga, sama sepertiku deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s