Banana boat

Suasana di bis sangat hening. Anak-anak kecil tertidur di pangkuan ibunya masing-masing. Yang sudah dewasa juga rata-rata tertidur. Sampailah ke hotelnya, dan langsung melihat orang-orang yang berbusana minim sesudah renang. Wah…Para anak-anak cowok langsung terperangah. Gantian ibunya yang bingung menjelaskan, supaya tidak timbul salah pengertian.

Duduk-duduk sebentar, dilanjutkan dengan makan di pinggir laut. Restorannya jauh banget. Terasa jauh, karena kami kecapekan dengan perjalanan pajang yang sudah dilalui. Makan, foto-foto, sambil melihat mainan seperti layang-layang besar. Jadi kepingin naik, cuma takut. Agak menyesal juga setelah sampai di rumah.

Check in…tidak berlama-lama di kamar. Nurul sudah dijemput Hasna, dan keduanya membuat acara sendiri. Jadinya aku ditinggalin deh ama Sophie. Akhirnya jalan-jalan berdua ama Sophie, gabung ama teman-teman lain main pasir di tepi pantai. Di laut banyak sekali yang main kayak dan banan boat.

Diajak bu Meta dan Bu Meyti main banana boat. Kuterima ajakan tersebut, karena belum pernah dan penasaran seperti apa sih rasanya. Sophie dititipkan ke Budhe di kamar. Mamanya turun lagi, main banana boat.

Rasanya seru banget, apalagi saat air laur menerpa wajah, trus mata rasanya pedih banget…Rasanya seperti naik kapal, tapi yang ini langsung tersentuh air. Mungkin bisa dibilang mirip renang saja. Hanya gerakannya cepat.Pengin dua kali…Sayang bayarnya mahal. Rp 73.000 per orang. Aku berencana naik lagi banana boat besok pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s