Pasar Mega Legenda

Beberapa bulan belakangan ini, kami selalu belanja ke pasar Mega Legenda. Pasarnya ramai, harga bersaing, dan menyediakan aneka macam barang kebutuhan sehari-hari. Standar pasar ada sayur, ikan, ayam, buah, ada juga yang jual sarapan pagi, semacam bubur ayam, lontong kari, roti. Kalau ingin eksplore lagi, ada yang jual es cincau hijau, dll. Di sana juga ada banyak yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Ada juga toko sepeda, dengan harga bersaing. Beberapa kali kami belanja di toko sepeda ini. Dan harganya sangat miring dibanding toko yang lain.
Di sana juga ada toko buah langganan. Hanya sayang pagi ini, pas ke pasar, ngelirik ke pasar tersebut, kami tidak menemukan mangga madu ama pisang kepok yang sudah masak. Adanya pisang kepok yang masih hijau. Kami tidak jadi mampir ke sana.

Di sana juga ada toko roti yang lumayan laris. Kami sering banget beli bubur ayam di sana. Yang jual tuh ramah banget, dan buburnya enak. Walaupun harganya juga lebih mahal dibanding tukang bubur lainnya. Kalau Nurul sih ngincernya cup cake Shoun The Sheep. Enak dan lucu bentuknya.

Tadi malam janjian ke pasar ama Nurul. Dia agak malas ke pasar karena mau nonton kartun Dora Emon. Tapi akhirnya mau juga nemenin ke pasar, dengan catatan perginya pagi, sehingga tidak terlambat nonton kartunnya.

Pagi-pagi kami ke pasar. Pakai jalan yang biasa. Sengaja dipilih, karena sudah beberapa kali melewati jalan ini, jadi sedikit hafal dengan jalannya. Pernah kan suatu ketika lewat jalan lain. Pas lagi kenceng, eh tahu-tahu jalannya lubang besar. Gak bisa ngehindar gitu deh…Untung aja tidak jatuh. Makanya kami malas mengeksplore jalan-jalan lain. Kalau udah nemu yang cocok, ya lewat situ aja.

Sampai pasar suasana sudah ramai. Parkir motor, beli ikan, ayam, dan sayur di penjual langganan, dan beli cup cake ama roti ulat daun. Hm…bentuk rotinya seperti ulat raksasa. Oleh-oleh untuk Sophie.

Kembali ke pasar Mega Legenda. Pasar ini kalau malam berubah menjadi pusat angkringan. itu lho, para pedagang angkringan berkumpul. Ramai banget pengunjungnya. Tidak hanya malam minggu, rasanya ramainya tiap malam. Mungkin mereka baru bubar kalau malam itu turun hujan. Kami dulu sering ke sana juga. Apalagi suami penggemar wedang jahe. Sekarang sih tidak pernah lagi, karena mau membatasi keluar malam-malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s