Ke Jogja Yuk

Sekitar akhir April lalu ada tugas ke Jogja 2 hari. Acara berlangsung mulai jam 2 siang. Aku berangkat di hari yang sama sekitar jam 7 dari Batam. Kebetulan dapat tiket yang menyenangkan, naik pesawat Garuda pp. Batam-Jakarta-Jogja dan sebaliknya. Naik maskapai ini menyenangkan. Dapat makanan dengan menu yang bervariasi. Dari empat kali penerbangan tersebut, menunya berbeda-beda, ada majalah dalam dua bahasa, dan di beberapa pesawat disediakan perangkat elektronik, untuk main game, nonton film, dan lain-lain. Lumayan menghibur untuk mengisi waktu selama dalam perjalanan.
Aku membaca majalahnya sampai tamat. Pertama-tama membaca versi Inggrisnya, kemudian jika susah, mengecek versi Indonesianya. Ternyata banyak sekali kosa kata baru yang belum aku mengerti. Di edisi April 2012 itu diulas tentang travelling ke Taipei dan Tokyo. Jadi pengin travelling ke Taipei deh…
Singkat kata sampailah aku ke bandara Adi Sucipto. Di bandara itu ada konter pemesanan taxi. Aku memesan taxi ke Malioboro. Bukan mo shopping, tetapi acara diadakan di salah satu hotel di jalan Malioboro.  Kena charge Rp 50.000.
Kota Jogja kelihatannya makmur, bersih, dan teratur. Ini kunjunganku ke-4. Pertama kali pas kuliah dulu, dari Bandung ke Jogja naik kereta api ekonomi, selama seminggu. Ada training di sini. Kunjungan kedua ama suami, Nurul, dan keluarga besar suami, pas lebaran. Nurul umurnya sekitar 4 tahun. Kunjungan ketiga setahun yang lalu, tugas dari kantor. Di Jogja ada trans Jogja juga, tapi aku belum PD mencobanya.

Sampai di hotel, pas jam 2 siang. Acara ternyata mundur menjadi jam 3 siang, sehingga bisa istirahat sejenak setelah perjalanan panjang. Pada saat istrirahat makan malam, aku dan teman dari Padang jalan-jalan sebentar ke toko-toko yang ada di depan hotel. Hal ini diulang lagi keesokan harinya. Acara selesai jam 10.00, sehingga bisa jalan-jalan selama dua jam. Ditawari naik becak, untuk diantar ke toko oleh-oleh. Cari Bakpia dan Batik. Setelah naik becak beberapa lama, sampailah ke toko oleh-oleh. Lumayan ramai juga. Harganya termasuk mahal dan kualitas bakpianya versi sedang, maksudnya bukan yang enak banget. Toko ini kebanjiran pesanan. Teman-teman memborong bakpia berkisar 10-15 dus. Wah banyak banget ya. Aku sih beli sedikit saja, karena harga barang-barang yang ditawarkan tidak ada yang murah.  Setelah itu naik becak lagi ke toko batik. Harganya miring sih, sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.
Di Jogja ini diterapkan strategi pemasaran dengan becak. Kelihatannya angkutan kota sangat jarang. Hanya taxi dan Trans Jogja saja. Setelah membeli oleh-oleh, kembalilah ke hotel untuk check out.
Selama di hotel, dapat fasilitas dari panitia, sarapan, makan siang, dan makan malam. Menunya beragam sekali, sesuai dengan kelas hotelnya. Hotelnya nyaman walaupun sudah tua. Bahkan ada jaringan internet juga, yang terlewat memakainya, gara-gara tidak terekspos dengan jelas. Baru pada saat mau pulang kelihatan kalau disediakan kabel jaringan. Jadi tidak tahu juga bayar atau gratis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s