Acara Tahun Baru

Check in hotel, kemudian persiapan untuk acara tahun baru sambil istirahat. Sofia sudah banyak kemajuan kali ini. Dia lebih mudah diatur dan merasa gembira, sehingga kami bisa siap dalam waktu yang sempit itu. Gak banyak waktu yang tersisa. Kami harus berkumpul maksimal jam 19.15. Jika telat tidak mendapat doorprise. Ada-ada saja…Jam 18.30 kami berangkat jalan kaki. Tidak terlalu jauh juga. Suasana masih terang-benderang. Tamu-tamu di hotel yang lain sudah mulai berdatangan. Kebanyakan ada acara perusahaan di hotel-hotel yang ada di Orchard Road ini, salah satunya perusahaan tempat ayah bekerja.

Sofia & Nurul

Kedua bocah yang antusias

Ayah melapor kedatangannya, mendapat hadiah satu set body wash, body lotion, dan hand lotion, door prize berupa uang, voucher belanja, dan kupon es krim. Selain konter es krim tersedia juga 3 konter permainan anak. Seru juga, karena bisa membuat anak-anak asyik bermain dan lupa rewel. Nurul sangat menikmatinya. Dia bahkan sudah berani antri tanpa harus ditemani, demi mencoba permainan yang ada.

Pada saat kami datang, tamu-tamu lainnya juga sudah berdatangan, sehingga ruang tunggu terasa sesak. Format acaranya sendiri rasanya hampir sama dengan acara yang sama yang pernah kami ikuti dua tahun yang lalu. Pidato, penyerahan penghargaan, permainan, sambil makan. Makanan kami tentu makanan muslim. Sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Kami semeja dengan teman-teman ayah yang dari Batam. Kami sudah pernah bertemu sebelumnya di Batam.

Menu

Menu Acara Tahun Baru

Malam semakin larut. Nurul sudah tidak sabar ingin tidur. Jadi dia kuajak tiduran di sofa hotel, dan tertidur beneran. Sofia malah belum ngantuk, dia asyik berhai-hai dengan bayi seumuran dia, yang dibawa mamanya keluar dari acara. Emang sih, orang tua yang bawa bayi rata-rata tidak tahan juga berada di dalam ruangan yang hiruk-pikuk seperti itu.

Saat waktunya pulang, marahlah Nurul, merasa tidurnya terganggu. Kami sebenarnya ingin duduk-duduk di Orchard Road menikmati lampu-lampu di sana. Hal ini diurungkan, karena Nurul sedang marah dan menangis. Sofia sendiri tidur dengan manis di kereta bayinya. Kami tidak jadi ke Orchard, kembali ke hotel, sambil menyusuri Stanford road. Banyak orang yang duduk-duduk sambil tertawa gembira di pinggir jalan. Mereka bersiap menyambut tahun baru.

Ngantuk

Nurul kecapekan dan ngantuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s