Singapore science centre

Ongkos taxi dari Vivo City sampai ke sini Sg$ 11. Perjalanan lancar. Cuaca cerah. Jarak tempuh tidak terlalu lama, sekitar 30 menit saja. Sesampai di tujuan, sudah mendekati jam makan siang. Anak-anak mulai rewel karena lapar, sehingga kami awali dengan makan di Mac Donald, dengan menu Mac Fish sebesar Sg$ 4.5 per paket, terdiri dari Fish burger, kentang goreng, dan coca cola. Kami hanya membeli 3 set saja, karena Sofia makannya tidak banyak, sehingga bisa nebeng makan yang lain.

optical illusion

optical illusion

Kami kemudian membeli tiket dan masuk ke dalam tempat wisatanya. Di dalamnya dipamerkan banyak sekali alat peraga, yang bisa dinikmati oleh orang awam. Kondisinya lengkap dan terawat. Ada banyak sekali alat peraga yang dipamerkan, yang diletakkan berdasarkan pengelompokkan subjeknya, misalnya kelompok matematika, bunyi, DNA, robotika, biologi, air, dll.

Wahana Air

Wahana Air : kesukaan Nurul

Kami melihat dan mecoba alat peraga yang kami minati. Bahkan Sofia, 1.5 tahun, tidak mau ketinggalan. Dia malah ingin dibiarkan mencoba sendiri alat peraga yang diminatinya. Misalnya kotak yang mudah digelindingkan di atas deretan benda berbentuk setengah lingkaran. Dia tidak mau digendong, ingin menggelindingkan sendiri. Jadinya memang agak lama sih, tapi tujuannya memang mau menyenangkan anak-anak. Ya mengalah saja yang dewasa. Nurul juga mencoba sendiri, alat peraganya. Kami sangat antusias mencoba peralatan tersebut. Suasananya tidak terlalu ramai, sehingga tidak perlu antri untuk mencoba alat peraga yang kami inginkan. Di Indonesia rasanya sudah banyak juga tempat wisata yang menawarkan hal yang sama. Sayang di Batam belum ada ya.

Di dalam Science Centre

Di dalam Science Centre

Tak terasa sudah sore, kami harus segera melanjutkan perjalanan ke Orchard road. Rencananya kami akan naik MRT dari Jurong East. Untuk menuju stasiun MRT, kami harus berjalan sekitar 10 menit. Kami bertanya kepada orang yang lewat dan ditunjukkan arahnya. Kami melewati pasar. Agak ragu sih, kenapa melewati pasar. Karena tidak ada pilihan lain, kami terus saja berjalan, dan stasiun MRT ada di depan kami. Senengnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s