Liburan Tahun Baru

Si imut

Si imut Sofia

Liburan tahun baru kali ini kami gunakan untuk jalan-jalan ke Singapura. Kami menyusun itenary perjalanan yang cukup detil, diawali dengan mencari tempat wisata yang akan dikunjungi, mengecek biaya masuknya, apa saja yang ditawarkan di sana, rute transportasi dan biayanya, perencanaan keuangan, tempat alternatif indoor kalau ternyata hujan. Yang terakhir ini berdasarkan pengalaman teman, yang mengunjungi tempat wisata outdoor, ternyata hujan, hasilnya tidak banyak yang dilihat.

Kami merencanakan dengan baik dan detil liburan kali ini. Aku bertindak sebagai inisiator, Nurul ikut juga mengecek ke web sitenya, kemudian dilakukan presentasi singkat ke ayah. Namanya juga liburan keluarga. Penginnya semua sudah sepakat di awal, jadi tidak usah lagi berdebat atau berubah pikiran saat acara berlangsung.

Akhirnya disepakati :
hari pertama :
a. naik feri dari Batam-Singapura
b. checkin tiket pulang
c. ke Singapore Science Centre
d. ke hotel di Orchard
e. Acara tahun baru

hari kedua :
a. check out hotel
b. ke Singapore zoo
c. naik feri kembali ke Batam

Sehari sebelumnya, kami sudah mulai packing, membawa baju seminimal mungkin. Hasilnya 1 tas ransel berisi pakaian dan 1 tas ransel yang lebih kecil berisi makanan, serta membawa kereta bayi yang ringan. Jika beruntung, Sofia akan didudukkan di keretanya, jika sofi tidak mau, kereta itu akan digunakan untuk mengangkut tas dan sofi digendong saja. Dalam kenyataannya kedua kombinasi itu digunakan. Kami sangat terbantu dengan adanya kereta bayi itu. Tempat wisata yang ada juga sangat mendukung keberadaan kereta bayi. Buktinya, di samping jalanan berundak, selalu disediakan jalanan khusus untuk kereta bayi.

Kami berangkat melalui pelabuhan Sekupang, dengan alasan mau naik Pacific Ferry yang sedang promo. Ternyata di pelabuhan Sekupang, tersedia parkir mobil menginap. Untung banget deh, karena kami bisa memakai mobil sendiri tanpa perlu ada yang mengantar ke pelabuhan. Jika dipaksa sebenarnya ada adik yang bisa mengantar. Hanya saja pasti merepotkan sekali, kalau dia harus antar jemput kami.

Pada malam sebelumnya, ayah mengingatkan berangkat dari rumah jam 06.00 pagi. Jadi peserta harus bangun minimal jam 05.00 pagi. Nurul malah jam 03.00 sudah bangun, karena terlalu antusias. Sofia sukses dibangunkan paksa, tapi dia enjoy saja. Tidak ada yang terlambat. Kami siap berangkat pada waktu yang ditentukan. Permulaan yang bagus.

Kami meluncur ke Nagoya, membelikan anak-anak bubur ayam, sarapan kesukaan mereka, kemudian meluncur ke Sekupang. Kami sudah chek in feri dua hari sebelumnya, dengan pertimbangan menghindari antrian chek in. Asumsinya akan banyak orang yang akan ke Singapura. Memang benar, walaupun jam masih menunjukkan jam 07.00, suasana pelabuhan sudah ramai. Ada banyak turis dari Singapura yang datang dan juga ada banyak orang yang mau menyeberang ke Singapura.

Angin di laut bertiup keras sekali, membuatku terasa mual. Untung hanya mamanya saja yang mual. Anak-anak oke-oke saja. Pada saat kami tiba di Harbour Front, antrian orang banyak sekali. Ada dua antrian, antrian mau masuk ke feri dan antrian mau masuk ke Singapura. Untuk masuk ke dalam gedung saja, orang harus antri sekitar 500 m. Di dalamnya antrian seperti biasa, sudah dibuat berbelok-belok….Wah….tanda tidak bagus nih, tapi mau bagaimana lagi, harus tetap dijalani kan? Antrian kami sudah mau memasuki gedung. Tiba-tiba kami diajak petugas melewati jalan alternatif. Sehingga kami tidak sempat terjebak ke antrian mengular di dalam gedung. Alhamdulilah banget…Kami bisa melewati imigrasi dengan waktu yang cukup singkat.

Miripkah?

Miripkah?

Kami kemudian mencari counter feri untuk check out. Antisipasi supaya tidak terjebak antrian check out saat pulang. Dari counter ini, kelihatan taman-taman indah di Vivo City. Kami belum pernah mengunjunginya. Kami mampir ke sana. Melihat-lihat dan foto-foto sebentar di sana. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11.00 waktu setempat. Cepat sekali ya. Kami bergegas mencari taxi. Kami baca peta yang tertera di tiang-tiang mall, dan mengikuti arahnya. Ternyata tidak mudah menemukan tempat pemberangkatan taxi yang dimaksud. Beberapa kali kami mencari lobi yang ditunjuk di peta. Tujuan pertama adalah ke Singapore science centre di Jurong East.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s