Kunjungan

Hari rabu lalu, saya dan beberapa teman berkunjung ke sebuah Politeknik di Singapura. Saya baru kali ini berkunjung ke sana. Sementara teman-teman sudah pernah melakukan kunjungan ke sini sebelumnya. Kami berangkat dengan feri pertama, jam 06.10. Agar bisa memperoleh feri pertama,berarti harus berangkat dari rumah jam 05.30. Kebetulan jarak rumah ke port tidak terlalu jauh, bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Hanya saja kami belum beli tiket, dan sesudah beli tiket, ada pemeriksaan imigrasi terlebih dahulu. Di titik kumpul yang ditentukan, sebagian besar sudah berkumpul, keren juga, sebab pagi sekali.

Pagi itu pelabuhan masih sepi, imigrasi juga sepi, sehingga beli tiket dan imigrasi berlangsung lancar tanpa antrian. Saat sampai di Harbour Front juga antrian sangat sedikit. Saya tidak mendapat masalah di imigrasi. Petugasnya malah berbicara dalam bahasa Melayu. Setahun belakangan,saya selalu ketemu dengan petugas imigrasi yang berbahasa melayu. Mungkin mereka menguasai beberapa bahasa. Begitu tahu yang dihadapi dari Indonesia, langsung deh mereka berbahasa Melayu, supaya lebih mudah komunikasinya.

Masih ada cukup waktu untuk sarapan. Kami sarapan di salah satu counter di sana. Menunya berkisar nasi lemak dan mie. Kutertarik mencoba menu nasi lemak satu set ala Singapura, seharga Sg$4.5. Isinya nasi lemak, ayam goreng, telur ceplok, dan teri campur kacang. Semua lauk standar rasanya. Yang kurang adalah nasinya….kok asin banget yah..Nanya kanan kiri, apakah nasi mereka asin juga, ternyata enggak. Wah…lagi apes nih…rupanya, asin sendiri. Toko-toko di pelabuhan banyak yang belum buka.

Sesudah sarapan kami lanjut ke tujuan utama, naik taxi, karena personel cukup banyak sehingga naik taksi tidak terlalu mahal, langsung ke tujuan. Perjalanan lancar. Yang menarik,  ternyata ada yang namanya biaya peak hour, besarnya 25% dari ongkos. Ada-ada saja ya…

Politekniknya besar. Berada di suatu kawasan yang luas, dengan beberapa gedung utama. Pada saat kami menunggu rombongan lainnya, tuan rumah datang menemui kami. Wah…ramahnya…

Efisiensi dan keramahan mereka, perlu ditiru. Menurut teman yang pernah ke sini, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, banyak sekali perubahannya. Perkembangannya cepat sekali. Ini juga harus ditiru. Dan kami yakin bisa menyamai mereka.

Dari Politeknik, kami mampir sebentar ke Vivo City, yang bersatu dengan Harbour Front. Di sana ada banyak toko-toko, untuk membeli oleh-oleh. Aku masuk toko suvenir. Isinya gitu-gitu saja dan harganya mahal-mahal ya…Gak menarik. Terus pindah ke toko mainan. Ternyata di sini lebih asyik. Banyak sekali pilihan barang dan pilihan harga. Mulai dari sedang sampai mahal. Kubeli lego untuk Nurul, dengan harapan dia bisa lebih kreatif. Denger-denger mainan semacam lego itu bagus untuk anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s