Cerita Pengin Bakso

Sore-sore di libur Isra’Mi’raj kuisi dengan latihan berenang. Sebenarnya tidak ada rencana mau berenang. Tiba-tiba suami berbaik hati mau ngajarin berenang. Bagustuh, kapan lagi ada kesempatan baik ini.

Habis berenang, laper sekali. Pengin makan bakso. Kebetulan di dekat kolam renang ada warung bakso enak banget. Langsung deh membujuk suami agar mampir sebentar.

Parkir mobil sudah beres, siap-siap mau masuk.Ternyata pemiliknya bilang kalau dagangannya sudah habis. Ya…kecewa deh…

Langsung nyari tukang bakso lainnya. Aku teringat kalau di pintu masuk perumahan Marchelia ada warung bakso malang. Langsung deh siap-siap beli. Suami malas ngantar, karena putar baliknya jauh sekali. Akhirnya disepakati, dia nunggu saja di seberang jalan, dan aku turun sendiri ke warung baksonya.

Ternyata jalanan di seberang warung bakso tuh menanjaksekali, dan merepotkan kalau dijadikan tempat parkir.Akhirnya aku membatalkan niat beli bakso di tempat itu.

Ingat lagi, kalau di daerah Greenland ada warung baksojuga. Langsung meluncur ke sana. Ternyata warungnya lagi gak jualan. Wah….kecewa banget, masak sih gagal di tiga tempat?

Akhirnya pulang ke rumah dengan langkah gontai dan makan malam standar, maksudnya tanpa bakso.

Dua jam kemudian, adek sepupu pulang dari bepergian dengan membawa oleh-oleh. Ternyata oleh-olehnya bakso dua porsi. Alhamdulilah….Akhirnya terkabul juga keinginan makan baksonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s