Yuk Mulai Memilah Sampah

Di tempat saya, sangat lazim mengumpulkan sampah dalam satu tempat sampah, apapun sampahnya. Hal ini dilakukan karena sangat praktis. Di rumah, saya selalu memisahkan karton bungkus susu, bungkus biskuit, bungkus makanan, dll, pokoknya semua jenis kertas karton, menyimpannya dan tidak dibuang ke tempat sampah. Ide awalnya sih pengin memanfaatkan kembali sampah karton tersebut, misalnya untuk bungkus kado, untuk mainan anak, dll. Pada saat Nurul masih TK, sampah kertas karton itu bisa tersalurkan dengan baik, karena pihak sekolah dengan senang hati menerima karton-karton bekas tersebut, dan bisa digunakan untuk bahan dasar prakarya murid-murid TK. Sesudah Nurul lulus TK, karton-karton bekas itu belum mendapat tempat penyaluran yang sesuai. Paling sebulan sekali dibuang ke tempat sampah.

Coba tebak, berapa sampah karton yang terkumpul dalam satu bulan? Jika ditimbang kira-kira ada 2-3 Kg. Banyak sekali kan….Nah ini baru berasal dari 1 rumah. Silakan dikalikan untuk satu RT, yang rata2 terdiri dari 25 rumah. Dalam sebulan akan terkumpul 50-75 kg karton. Wah…banyak banget ya…Bisa jadi bisnis yang prospektif nih…

Selain karton bekas, sampah yang sering dihasilkan adalah kaleng minuman dan botol plastik. Sebenarnya saya jarang membeli minuman kaleng dan minuman botol, karena harganya mahal. Tapi ada saja kaleng dan botol yang dihasilkan, entah itu berasal dari pemberian, atau tanpa sengaja beli. Tapi kalau di tempat kerja, sampah jenis ini banyak sekali, karena pada saat rapat, sering sekali minuman yang disajikan adalah minuman siap saji. Kaleng dan botol ini bisa diberikan kepada pemulung, atau bisa dijual kepada tempat penampungan barang bekas.

Saya pernah mengumpulkan botol dan kaleng bekas ini pada saat puasa dan lebaran. Ceritanya pada saat lebaran, suami mendapat banyak sekali minuman kaleng dari relasinya. Secara otomatis kaleng bekasnya juga menumpuk. Kami berencana mau menjualnya. Tapi ternyata tidak sempat menjual kaleng-kaleng tersebut, dan dibuang ke tempat sampah. Tentunya dalam satu kantong plastik besar dan terpisah dari sampah-sampah lainnya. Berharap ada pemulung yang menemukannya.

Saya punya ide, supaya di lingkungan saya memilah-milah sampah. Cara memilahnya dalam bayangan saya adalah kertas, plastik dan kaleng, sampah organik, seperti sayuran bekas, daun-daun, dan sampah lain-lain, yang todak bisa didaur ulang lagi. Tiga kategori pertama bisa didaur ulang, dan kategori terakhir bisa dibakar. Untuk jenis kertas/karton, plastik dan kaleng, jika jumlahnya banyak, bisa dijual ke tukang barang bekas. Lumayan bisa beli bakso. Untuk sampah organik, kita bisa buat kompos, sehingga bisa menyuburkan tanah Batam yang tandus ini. Saya sedang berencana mengajak teman-teman di lingkungan saya untuk memilah-milah sampah…Bagi yang tertarik, yuk ikutan…

One thought on “Yuk Mulai Memilah Sampah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s