Kekompakan Anak dan Orang Tua

Anak-anak di lingkungan saya kompak sekali. Habis ashar mereka mengaji ke masjid raya. Bapak dan ibunya juga kompak. Secara bergantian mengantar dan menjemput rombongan anak-anak tersebut mengaji.

Saya sanget terbantu sekali dengan hal itu, karena kesibukan keluarga, menyebabkan jarang bisa mengantar Nurul mengaji. Kadang kala, ayah Nurul mengantar rombongan mengaji. Tapi seringnya tidak bisa. Dibantu bapak dan ibu anak-anak lain, Nurul bisa ikut diantar dan dijemput mengaji. Terima kasih sekali, saya ucapkan untuk kemurahhatian teman-temanku.

Sekarang aktifitas Nurul bertambah lagi. Sesudah adzan maghrib, teman-temannya datang, menjemputnya belajar mengaji di rumah Ibu Fat. Rumah Ibu Fat itu di lantai satu. Teman-teman yang menjemput Nurul, tinggal di lantai satu juga. Trus Nurul tinggal di lantai 3. Kadang ngerasa kasihan juga dengan mereka, harus naik tangga dua lantai, pulang pergi, demi menjemput Nurul. Kalau dipikir-pikir, mengapa ya, capek-capek menjemput Nurul. Tapi itulah kekompakan anak-anak. Supaya temannya mau mengaji, maka teman tersebut dijemput. Sebuah pemikiran sederhana, tapi sangat tulus dan murni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s