Pahit itu hanya soal rasa

Salah satu persiapan untuk persalinan adalah membeli jamu habis bersalin. Pada suatu hari, saat mencari perlengkapan bayi di toko khusus bayi dan anak-anak, aku melihat jamu habis bersalin dijual di sana. Tanpa pikir panjang langsung deh membeli jamu tersebut, supaya segera bisa menghapus jamu tersebut dari daftar check listku.

Sesampai di rumah, baru ngeh, kalau aku salah beli. Aku ternyata membeli jamu serbuk. Seharusnya aku membeli jamu dalam bentuk tablet, sehingga mudah diminumnya. Semua orang sudah bisa menebak, bahwa jamu tersebut akan jadi penghias meja, dan akhirnya akan masuk ke keranjang sampah.

Aku pikir, sayang juga ya, kalau kita beli barang, yang akhirnya hanya untuk dibuang. Harganya sih gak seberapa mahal, hanya saja, kalau tidak dibelikan jamu bisa dipakai untuk belanja barang lain yang lebih berguna. Untuk mendapatkan uang segitu juga butuh kerja keras.

Aku akhirnya berpikir untuk mencoba meminum jamu tersebut. Siang itu aku mencoba menyeduhnya, tapi jamu tersebut aku diamkan saja, rasanya malas banget untuk meminumnya, karena ketakutanku akan rasanya yang pahit. Waktu berganti menjadi sore, dan jamu itu duduk manis di atas meja.

Akhirnya timbul rasa penasaranku, untuk mencoba seperti apa sih pahitnya. Kalau memang pahit banget dan harus muntah-muntah, ya muntah-muntah saja deh.

Kusediakan juga segelas sirup untuk menemaniku meminum jamu. Tiba-tiba aku berpikir, bahwa pahit itu hanya sekedar rasa, dan rasa itu diciptakan untuk dinikmati. Jadi kucoba meneguk jamu itu. Rasanya ternyata tidak begitu pahit, lebih pahit sih dibanding kunyit asem yang kadang aku minum. Hari ini aku sukses minum jamu, terselip rasa bangga di dalam hatiku.

4 thoughts on “Pahit itu hanya soal rasa

  1. Biasanya sih begitu, karena sudah ketakutan duluan jadi gak berani minum. Malah bisa mual dan muntah untuk sebagian orang.
    Tapi saya karena sudah terbiasa, dan seperti katamu, pahit atau manis itu kan hanya rasa, bisa disetel kok gimana lidah kita menikmatinya, jadi saya tidak begitu repot kalau harus minum jamu pahit. Wong jus pare mentah saja saya pernah minum! Hehee…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s