Demi Voucer Belanja

Malam ini kami bertiga belanja di h**mart, Batam Center. Sebenarnya Sabtu malam kami sudah belanja di tempat yang sama. Biasa, belanja mingguan.

Tadi siang my hubby telpon, mengabarkan kalau di koran B*t*m pos ada voucher 50 ribu, jika berbelanja 300 ribu.

Langsung deh menyusun daftar barang-barang yang mau dibeli. Setelah makan malam, kami bertiga meluncur ke lokasi. Belanja, biasa saja, ambil barang-barang yang sudah dicatat, sambil dihitung dengan kalkulator. Maunya emang dipaskan 300 ribu saja. Tak lama kemudian kami pun antri dengan tertib di kasir.

Antrian di depan kami tidak banyak.Ada dua pemuda memborong susu bubuk. Ada sekitar 5 dus besar, di mana tiap dusnya berisi 12 kaleng, dengan volume 900 gram. Mereka juga berpikiran sama dengan kami, memanfaatkan voucher, hanya saja lebih canggih dan untungnya lebih banyak.

Mereka memborong susu, dengan total belanjaan sekitar 7 juta, dan dapat diskonan sekitar 1.25 juta. Voucher yang dikeluarkan ada sekitar 25 lembar.

Dalam hati,wah niat banget ya, dan untung banget ya…ngelihat begitu mudahnya memperoleh untung. Pastilah dia punya toko. Masak sih susu sebanyak itu mau dipakai sendiri…

Karena belanjaan yang begitu banyak,dan struk yang dihasilkan juga sangat banyak, karena struknya dicetak per 300 ribu, akibatnya terjadi kemacetan. Lama banget kami antri di sana. Bahkan orang yang antri di depanku nyerah dan ngambek, kemudian meninggalkan belanjaannya begitu saja. My hubby juga cuma ngomel-ngomel saja sambil nyindir-nyindir kedua pemuda itu.

Begitu deh kelakukan orang Indonesia, tenggang rasanya tinggi, gak mau konflik secara terbuka. Padahal jika my hubby dan bapak-bapak di depannya mau protes ke kasir, karena dia melayani seorang konsumen dalam waktu yang sangat lama, pasti deh jadi seru dan enak ditonton.Kasihan juga bapak yang di depan antrianku, dia sudah belanja banyak, mestinya milih-milihnya juga sudah lama banget kan, malah belanjaannya ditinggalkan begitu saja.

Mestinya sih si kasir harus tegas, setiap orang satu struk, jangan banyak struk kayak gitu. Pada waktu pembayaran, mereka mengeluarkan kartu kredit, ternyata uangnya tidak cukup. Untung saja transaksi mereka bisa dipending sementara, dan dilanjutkan dengan melayani pembayaran kami. Mereka berdua sibuk menelpon mencari uang cash/kartu kredit yang lain.

Di kasir lainnya juga ada bapak-bapak yang memborong pampers. Belinya banyak banget. Pasti motifnya sama, mendapatkan diskonan 50 ribu.Emang lumayan banget sih dapatnya. Lihat hitung-hitungan di atas. 1.25 juta rupiah, dalam waktu tidak sampai 2 jam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s