Menjelang Training ke Jepang

Tibalah saat yang ditunggu. Saya berangkat 3 hari lebih awal, karena mengikuti training asesor di Jakarta. Jadi sekali jalan dapat dua training. Keren juga kan. Selisih waktunya hanya 3 hari saja. Jika tidak ikut training asesor, saya harus berangkat Rabu sore karena Kamis pagi ada brifing di kantor JICA. jika ikut training asesor saya berangkat Minggu sore.

Yang agak merepotkan adalah membawa koper besar, kurang fleksibel. Saya pikir, nanti sampai di bandara Sukarno Hatta akan naik taksi. Saya juga berencana naik taksi, hanya saja begitu sampai di bandara, saya malah taksi yang bukan taksi antrian, dan ternyata biayanya mahal sekali. Langsung deh saya ngamuk-ngamuk, membatalkan taksi tersebut, dan agak syok dengan kejadian itu. Jadi takut naik taksi di bandara. Saya sebenarnya sering naik taksi, hanya saja biasanya menuju ke bandara dan bukan dari bandara.

Akhirnya gak jadi naik taksi, dan naik bis bandara saja menuju ke rumah saudara di Ciputat. Pagi-pagi saya sudah meninggalkan rumah saudara menuju ke tempat training asesor, tentu saja dengan membawa koper karena training menyediakan penginapan. Terpaksa naik taksi lagi, dengan biaya yang sangat mahal, karena jarak yang ditempuh juga sangat jauh.

Training asesor berlangsung sangat padat dan melelahkan. Jumlah pesertanya hanya 4 orang. Karena sedikit, dan menempati hotel yang sama kami malah jadi kompak. Berangkat dan pulang bersama-sama, demikian juga saat mencari makan. Mulai deh hunting makanan. Selama training rasanya berat badan saya menjadi bertambah, karena keseringan makan enak dalam jumlah yang lumayan banyak.

Terkait training ke Jepang, saya harus mengikuti brifing di kantor JICA dan mengambil tiket di kantor JAL. Terpaksa ijin setengah hari di training asesor untuk melaksanakan maksud tersebut. Untung saja kantor JICA dan JAL letaknya tidak terlalu jauh dari tempat training, sehingga dalam waktu setengah hari kedua urusan itupun beres.

Pada saat brifing, saya bertemu dengan anggota rombongan yang lain. Rata-rata seumur dengan saya, ada juga yang lebih tua dan lebih muda. Berkenalan sekilas, tapi saya sudah merasa cocok dengan mereka. Selesailah training asesornya, dan sore hari itu juga saya naik taksi bersama dengan peserta training asesor dari Samarinda menuju ke bandara Sukarno Hatta.

2 thoughts on “Menjelang Training ke Jepang

  1. oiya kalau boleh tanya, di training nya ada diajarkan bahasa jepang juga kah? Soalnya berdasarkan pengalaman teman saya yang lagi di jepang, orang jepan itu sebagian ngga tahu bahasa inggris hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s