Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Suatu hari tiba-tiba ada kesempatan yang tak terduga, karena saya mendapat kesempatan dari atasan untuk melamar training ke Jepang. Dalam hati berkecamuk dua hal, yang pasti senang juga, karena ada kesempatan training, tapi di sisi lain ragu-ragu mengingat trainingnya berlangsung cukup lama, sekitar 3 minggu. Kasihan anak dan suami, ditinggal sedemikian lama. Keraguan lainnya terkait dengan syarat-syarat training yang cukup berat, terutama di masalah bahasa Inggris.

Akhirnya saya menelpon suami, dan dia ternyata tidak masalah alias mengijinkan saya, untuk mencoba kesempatan itu. Kesempatan seperti itu belum tentu datang dua kali. Pergi ke Jepang lagi. Saya malah belum pernah berangan-angan pergi ke sana. Angan-angannya memang agak payah nih. Saya banyak tahu tentang Jepang saat membaca blog mbak Imelda.

Akhirnya saya bergegas mengurus semua persyaratannya, termasuk ujian TOEFL. Bahkan ujian TOEFL sampai dua kali, karena di ujian pertama hasilnya belum bagus. Maunya juga ujian TOEFL tiga kali, supaya skornya meningkat, hanya saja waktunya sudah tidak ada lagi. Selain ujian TOEFL, ada persyaratan mengisi biodata dan membuat karangan tentang alasan dan motivasi mengikuti training.

Walaupun sebenarnya persyaratannya sebenarnya sederhana, ternyata selesainya juga seminggu menjelang deadline, karena banyak pekerjaan lain yang juga harus diselesaikan. Wah, belum mengurus tanda tangan dari atasan nih. Untung saja pihak-pihak terkait sangat akomodatif, sehingga berkas persyaratan selesai juga dan segera dikirim via pos. Trus baru nyadar, kalau alamat pengirimannya ada yang salah. Untung saja selain via pos, berkas tersebut discan dan dikirim lewat email ke JICA.

Karyawan JICA-nya ternyata sangat responsif. Saya lupa mengirim surat pengantar dari direktur, dan mereka langsung memberitahukannya. Wah terkesan sekali ya dengan kerjanya yang cepat itu. Segera minta surat pengantar dari direktur.

Saya juga segera membuat passport, karena passport saya sudah lama expired. Tidak ada salahnya kan mempersiapkan diri, daripada nanti kalau diterima gelagapan karena belum ada passport. Jika tidak diterima toh bisa dipakai untuk jalan-jalan ke Singapura atau Malaysia.

3 thoughts on “Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s