Serigala Terakhir

Film ini bercerita tentang pengalaman hidup jarot, Ale, dan Fathir, 3 orang pemuda yang tinggal di suatu kampung di Jakarta. Jarot dan 3 pemuda lainnya membentu genk. Mereka saling tolong-menolong, dalam hal-hal yang tidak baik, misalnya berantem, membuat keonaran, dan lain-lain. Mereka berprinsip, siapa yang kuat, dialah yang berkuasa.

Film ini sangat menarik, karena jalan ceritanya tidak mudah ditebak, terutama peranan Fathir. Fathir adalah seorang pemuda bisu, sebaya dengan Jarot dan Ale. Fathir mengatakan keinginannya bergabung dengan geng Ale, tetapi tidak diterima karena dia bisu.

Fathir kemudian bergabung dengan geng Nage Hitam, sebuah organisasi mafia yang menjalankan bisnis narkoba. Di sini Fathir menunjukkan eksistensinya, sebagai seorang yang berdarah dingin dan ringan tangan dalam membunuh. Dia menghalalkan segala acar agar bisnisnya lancar. bahkan Fathir akhirnya membunuh jarot, karena Jarot dianggap menghalangi jalannya.

Akting pemain-pemain film ini sangat bagus, seperti Fathir Muchtar dan Vino Bastian. Kelebihan lainnya adalah jalan cerita yang susah ditebak, sehingga membuat penonton penasaran menanti adegan selanjutnya. bahkan durasi yang cukup lama (lebih dari dua jam) tidak terasa membosankan karena diisi adegan-adegan dengan porporsi yang pas.

Kelemahannya terletak di aspek make up dan tampilan. Misalnya make up orang mati yang kurang pas dan juga percikan-percikan daah akibat perkelahian terasa kurang alami. Kelemahan lainnya film ini banyak menyajikan kekerasan yang melebihi batas-batas kewajaran, sehingga terasa mengerikan.

Foto diambil dari http://www.serigalaterakhir.com

6 thoughts on “Serigala Terakhir

  1. Serigala Terakhir film mafia indonesia pertama kayanya ya bu? Saya suka nih bgt ni film, hehe..
    Upi the director total bgt memang wkt garap film berbiaya besar ini. Keren!
    Jalan ceritanya penuh tanda tanya sampe akhir..

    Like

  2. @mbak Yuyun : kita seide dong….awalnya saya juga agak tegang nonton film ini, sebab penuh kekerasan. Tapi lama-lama terbiasa, malah terbuai dengan jalan cerita yang susah ditebak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s