Sulitnya Mencari Tempat Ibadah

bunga1
Selama di Jepang saya belum pernah menemukan masjid. Mungkin karena jarangnya tempat ibadah tersebut. Jika di hotel, tentunya tidak menjadi masalah. Ada kompas, sehingga bisa dicari arah kiblatnya. Demikian juga jika berada di kampus. Kebetulan kami training menempati kelas yang sama, dan mayoritas peserta adalah muslim, sehingga kami bisa shalat di dalam kelas.

Masalah muncul pada saat kami jalan-jalan, misalnya saat ke luar kota, ke kota Nagasaki dan Fukuoka. Karena tidak ada tempat ibadah, kami biasanya mencari tempat yang agak sepi dari lalu lalang orang dan kami shalat di sana.

Pernah suatu kali, kami berada di puncak gedung, di sana ternyata ada pelataran yang luas. Ada beberapa orang yang belum shalat. Mereka shalat di atas gedung itu. Rasanya pasti tidak terlupakan ya, menghadap yang maha kuasa, di sutau tempat yang tidak biasa. Tempat-tempat di Jepang itu bersih sekali, sehingga kami tidak kuatir menggelar sajadah di sana. Pada saat kepulangan ke Indonesia, kami menunggu cukup lama di bandara Narita. Kami akhirnya shalat di ruang tunggu tersebut. Hanya saja kadang merasa agak sungkan, karena banyak orang lain yang berada di tempat tersebut.

Saya menemukan gereja. Tapi yang paling sering ditemukan adalah kuil. Mungkin karena mayoritas orang Jepang itu memeluk agama Shinto dan Budha.

One thought on “Sulitnya Mencari Tempat Ibadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s