Monumen Bom di Nagasaki

Sebelum masuk museum(dari koleksi pak Irfan)

Nagasaki sesungguhnya sangat terkenal di seluruh dunia.Sejak SD, saya sudah tahu bahwa di Jepang ada kota yang bernama Hirosima dan Nagasaki. Kedua kota itu hancur karena dibom pada saat perang dunia kedua. Saya sama sekali tidak pernah membayangkan akan mengunjungi salah satu kota tersebut, bahkan mengunjungi episentrumnya, atau tempat di mana bom itu dilepaskan.

Ketika kami tahu bahwa tempat training kami ternyata terletak tidak jauh dari kota Nagasaki, kami segera berencana untuk mengunjungi kota tersebut. Tidak jauh maksudnya di sini, berada dalam jarak yang masih bisa dijangkau oleh kocek kami, para backpacker.

Tujuan utama kami adalah mengunjungi monumen bom atom. Di dalam monumen itu, disuguhkan banyak tontonan, mulai dari film dokumentasi tentang peristiwa pengeboman, sisa-sisa reruntuhan bangunan atau barang-barang lainnya yang masih tersisa. Barang-barang tersebut diletakkan di dalam kaca, supaya kandungan radio aktifnya tidak menyebar ke pengunjung. Selain itu diperdengarkan juga detik-detik pengeboman terjadi.

Di dalam musium itu, saya menangis, menyaksikan ketidakberdayaan. Ada juda film animasi yang menggambarkan penderitaan orang-orang setelah pengeboman terjadi. Untuk yang satu ini, saya tidak tahan menyaksikan lama-lama, baru 5 menit sudah cabut, karena sangat menyedihkan. Walaupun menggunakan bahasa Jepang, tapi aroma kesedihan yang dibalut dengan musik yang menyedihkan, masuk ke dalam imajinasi saya.

Bahkan ada seorang kakek yang dengan bersemangat bercerita tentang peristiwa itu. Kami mendengarkan ceritanya. Walaupun berbeda bahasa, tetapi kami mengerti bahwa dia ingin menunjukkan kepada turis yang datang, tentang kesedihan itu.

3 thoughts on “Monumen Bom di Nagasaki

  1. Suami saya tahun lalu ke sana.
    Wah klo dengar mbak sedih melihat foto2 itu, rasanya saya jg gak akan kuat masuk ke dalamnya. Manusia memang bisa jadi lebih kejam dari iblis ketika bicara soal kekuasaan.

    Like

  2. tidak ada negara yang lebih benci kepada USA selain jepang.

    Tapi Jepang tidak membalas USA dengan kekerasan, melainkan dengan OTAK. Saya tinggal di USA, tapi tetap brand elektronik, mobil, dlll, produk jepang masih cukup berpengaruh di sini. Ada hal2 tertentu yang orang lebih percaya pakai produk jepang.

    Hehehe, ini yang saya suka dari Jepang, mereka mengalahkan USA bukan dengan kekerasan, tapi dengan otak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s