Lagi-Lagi KFC dan Mc Di

KFC(dari koleksi pak Irfan)

KFC memang sudah sangat mendunia. Di mana-mana ada KFC. Yang setara dengan KFC ada Mc Di atau Mac Donald. KFC dan Mac Di ini diminati oleh semua usia. Contohnya si Uun, kalau sedang kumat, mogok makan, masih mau makan kalau diajak makan di KFC. Dia menyukai ayam gorengnya yang katanya sih enak banget. Kalau saya sendiri sih bilang, rasanya sebenarnya tidak jauh-jauh banget dengan ayam goreng rumahan, atau produk dapur.

Kegemaran makan KFC ternyata saya jumpai, pada rombongan training di Jepang. Setelah jauh-jauh sampai Jepang, yang dicari tetap saja KFC atau Mc Di. Alasannya enak, dan sudah dikenal, daripada toko-toko lainnya. Di KFC ada ayam goreng. Secara fisik, ini sudah pasti ayam, bukan daging yang lain, walaupun tidak ada sertifikat halalnya.

Di Jepang kita harus sangat hati-hati, dan harus menghindari daging olahan, semacam daging burger atau sosis, karena daging-daging semecam itu merupakan daging campuran, dan seringnya ada campuran daging babi, yang diharamkan bagi umat Islam.

Mc Di di Jepang punya produk burger dari ebi, tapi rasanya seperti udang. Enak banget deh, tidak ada di Indonesia. Harga burger di Jepang, tidak jauh banget dengan di Indonesia. Sekitar 2x lipat saja.

Pernah, pada saat sampai Kurosaki, di hari pertama, semuanya sudah kelaparan, dan sudah muter-muter cari makanan, tapi tidak ada yang ngerasa cocok, karena bingung, ama agak kaget, kok mahal banget ya, akhirnya kami memutuskan makan di KFC. Ternyata di KFC harganya malah lebih mahal. Nah lho…

Demikian juga pada saat kami sedang jalan-jalan ke Nagasaki. Setelah berjalan-jalan ke berbagai objek wisata, rasa lapar melanda, dan kami mencari tempat makan. Beberapa tempat makan kami tanya, apakah makanannya mengandung babi? Ternyata jawabannya iya. Pertanyaannya eksplisit banget ya…dan mereka juga menjawab secara eksplisit, ya.

Gak jadi deh kami makan, sampai akhirnya kami punya ide makan di mall saja. Kalau di mall pasti yang jual makanan banyak, jaid lebih gampang nanyanya. Masak sih satu mall besar, gak ada satupun yang menyajikan makanan halal?

Sampailah di mall yang dimaksud. Kami mencari food court. Ternyata banyak sekali outlet-outlet internasional, semacam KFC, Mc Di, dll. Teman-teman akhirnya sepakat makan di KFC. Saya sendiri ingin merasakan makanan Jepang, sehingga saya dan beberapa teman, masih meneruskan hunting makanan ke beberapa restoran yang ada.

Di lantai yang lain banyak restoran India. Tentunya ini bukan yang saya cari. Akhirnya ketemu juga satu lantai yang berisi restoran Jepang. Restoran-restoran itu mempunyai display makanan, beserta harganya. Saya amati rata-rata seperti itu. Apakah memang itu kebiasaan mereka atau karena mareka berada di mall, jadi tingkat persaingannya tinggi?

Kami melihat dulu makanannya dan harganya. Kriterianya jelas banget, harus dibawah 1000 Yen, sekitar Rp 100.000. Masih gak tega, keluar duit banyak-banyak, untuk sekali makan saja. Jika ada makanan yang terbuat dari seafood, kami tanyakan, apakah makanan tersebut mengandung babi gak?

Ketemu juga deh. Saya memesan semacam mie, yang dicampur sayuran ama seafood. Saya pikir mie tersebut banyak kuahnya, macam mie ayam. Ternyata tidak, malah mirip dengan gado-gado Padang. Ada mie, dan banyak ragam sayuran, yang tentu saja aneh-aneh, sebab jarang dijumpai di Indonesia, dan ada seafoodnya tentu saja. tapi bumbunya bumbu salad, pakai Mayones. Pertama kaget banget, seakan di piring kita itu isinya rumput-rumput liar hasil kerja bakti, terus direbus. Duh…segitunya ya…Niat coba-cobanya jalan terus, ternyata enak lho, gak nyangka sayuran semacam rumput liar itu rasanya enak banget. Dan gak terasa, satu piring gado-gado itu habis.

Oh ya, beberapa kali makan di Jepang, biasanya kami mendapat Oca atau teh hijau, atau air dingin. Ngirit deh, gak usah beli minum lagi.

Pernah juga di lain kesempatan, pada waktu itu kami sedang ke Tenjin, Fukuoka. Ceritanya ingin buka di Tenjin. Kami jalan-jalan ke mall bawah tanah. Di mall itu, banyak sekali orang jual makanan, semacam hipermart, hanya saja, lebih banyak yang jualan. Bau roti, kue, dan makanan lainnya, wah semerbak sekali. Apalagi bentuknya semuanya indah. kami ingin mencari paket nasi. Hanya saja, beberapa kali paket yang kami tanyakan, ternyata mengandung babi. Wah…kecewa berat ya….Sampai akhirnya bingung, mau makan apa ya….Akhirnya kami kembali lagi ke selera asal, Mc Di atau KFC. Orang Jepang juga gak ngeh, kalo ditanya, di mana letak Mc Di. Mereke menyebutnya aneh, Mac Donalo. Beberapa kali nanya ke pemuda-pemuda gaul, dengan asumsi, mestinya mereka tahu ya, ternyata gak nyambung, karena beda penyebutan.

4 thoughts on “Lagi-Lagi KFC dan Mc Di

  1. Enaknya di Jepang tuh walaupun kita tanya masakan ini mengandung babi atau tidak, pasti dijawab jujur walaupun si calon pembeli batal beli jualannya (Padahal keliatan banget tampang si calon pembeli orang asing). Coba kalau di Indonesia, yg penting khan jualan laku! Toh kalaupun ada bahan A atau B dalam makanan, walau dibo’ongin, calon pembeli gak baklan tau koq.:mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s