Cara Naik Bis di Jepang

Bis(dari koleksi pak Irfan)

Jika kita naik bis, kita bisa membayarnya dengan koin, sesuai dengan harga yang tertera di panel di depan bis. Urutannya seperti ini. Kita menunggu bis di halte. Pintu tengah akan terbuka, kita naik, kemudian ambil karcis, di karcis itu tertera nomor, biasanya angka 1 s.d. 10. Jika kita ingin berhenti, kita harus menekan tombol yang ada di tiang bis, atau dinding bis, dan supir akan berhenti di halte di depan. Kita turun bis lewat pintu depan, sambil menyerahkan sejumlah uang, sesuai dengan harga yang tertera di layar di atas sopir. Di layar akan tertera, misalnya : angka 1 : 150 yen, angka 2 : 120 yen, dll. Jadi angka di karcis berguna untuk memudahkan kita, berapa jumlah yang harus dibayar.

Saat akan turun, koin dan karcis kita letakkan di tempat yang disediakan. Pak sopir dengan sopan mengucapkan terima kasih. Di dekat tempat peletakan koin, juga disediakan tempat penukaran koin. Misalnya koin 500 yen atau 100 yen, bisa ditukar menjadi pecahan 10 yen.

Bis di Jepang berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dengan ketat. Misalnya : di jadwal tertera bis jurusan A akan sampai di halte ini jam 14.00. Benar juga, bis akan datang dengan keakurasian yang tinggi. Di halte ada jadwal yang menunjukkan jadwal kedatangan bis, nomor bis, dan rutenya. Sebagai orang asing yang awam kanji, kita sering kebingungan membaca jadwal itu, sehingga di kelompok kami, disediakan pemandu training, yang memang orang Jepang dan pandai berbahasa Inggris, yang membantu memastikan kami bisa pulang ke hotel dengan selamat, dan kembali lagi ke tempat training dengan tepat waktu. Tapi jika pada suatu ketika kita pergi tanpa didampingi pemandu, kita bisa juga bertanya ke sopir bis, untuk memastikan rutenya.

Di training kami, hal-hal seperti ini diajarkan juga, dalam sesi bahasa Jepang. Sangat aplikatif sekali. Cara naik bis, cara bertanya rute bis, cara menanyakan harga barang, menanyakan letak toko, dan cara melihat tanda di makanan untuk mengecek apakah makanan tsb mengandung alkohol atau babi.

Balik lagi ke bis. Selang waktu untuk bis yang sama, di halte tertentu, cukup lama, sekitar 15-30 menit, sehingga memaksa kita untuk tidak ketinggalan. Apapun akan ditempuh, misalnya lari-lari, dll. Cara yang paling efektif adalah dengan datang lebih awal. Lebih baik menunggu bis, daripada ketinggalan kan? Kalau di Indonesia enak sekali, ketinggalan angkot A, tidak sampai semenit sudah tersedia angkot B. Di Indonesia selang waktu antar angkot tidak diatur, sehingga antar angkot itu saling bersaing, dengan memacu kendaraan sekencang-kencangnya, sehingga keselamatan penumpang menjadi diabaikan.

One thought on “Cara Naik Bis di Jepang

  1. Pingback: Twilight Express » Kopdar atau Jumpa Fans?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s