Nonton di Golden Village

Nonton di Golden Village


Sesudah berkunjung ke rumah teman, kami balik lagi ke Orchard Road. Rencana mau nonton movie di Golden Village dan juga berjalan-jalan menyusuri Orchard Road. Suasana di Orchard ini ramai sekali. Trotoar penuh dengan pelancong yang berjalan hilir mudik.

Tujuan kami adalah Plaza Singapura. Sekilas plaza ini mirip BIP atau Bandung Indah Plaza. Ternyata letaknya bersebelahan dengan istana. Mungkin istana presiden. Besar sekali plazanya. Sekilas juga tampak tidak terlalu ramai. Ternyata ketika masuk ke dalam, plaza ini sangat ramai.

Langsung deh naik lift menuju ke lantai 7. Kami penasaran banget, seperti apa sih bioskop di Singapura itu. Apalagi kami sudah mempunyai voucher nonton di sini. Pilihan kami jatuh ke film Treasur Hunter, yang sebenarnya baru diputar perdana di Singapura tanggal 31 Desember 2009. Bis-bis, papan reklame di jalan, banyak menanyangkan iklan tentang film ini. Kami dapat tempat duduk paling depan. Apes deh….Tapi enjoy aja, di Batam, kalo film baru juga seperti itu dapatnya, di row paling depan. Harga tiketnya SG$8.5. Di sekitar Golden Village tidak disediakan tempat duduk. Akhirnya kami putuskan menunggu di dalam teater saja. Golden Village mempunyai 12 teater.

Penjaga tiket tidak berdiri di depan setiap pintu teater. Dia duduk di depan pintu masuk untuk 6 teater. Jadi lebih hemat SDM 6x lipat daripada di Indonesia.

Sebelum film dimulai, seperti biasa, diawali dengan iklan yang cukup panjang. Teks di film ada dua jenis, dengan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin(untuk yang terakhir ini tebakanku, sebab aku tidak bisa membedakan kanji Mandarin ama Jepang, dan mestinya di Singapura penduduknya banyak yang keturunan Cina daripada Jepang).

Filmnya menurutku biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Sesudah acara nonton selesai, kami jalan-jalan di dalam Singapore Plaza. Plaza tersebut ramai sekali, maklum hari libur. Di dalam Plaza ada tanda MRT, sehingga pengunjung plaza ini yang ingin pulang dengan MRT, bisa langsung menuju ke tempat pemberhentian MRT, tanpa harus mencari jalan masuk lainnya.

Kami sendiri malam itu tidak naik MRT, tetapi naik taksi saja. Pertimbangannya, jam sudah menunjukkan pukul 18.15, sedangkan kami ingin naik fery yang jam 19.40. Sebenarnya masih ada fery terakhir jam 21.20. Hanya saja jika tergantung ke fery terakhir, agak mengkuatirkan. Ada kemungkinan kan, kami tidak kebagian tempat. Di sisi lain, kami belum ada persiapan menginap malam ini. Jadi kami pikir lebih baik kalau kami persiapkan naik fery jam 19.40. Jika ternyata sudah penuh, masih ada 1 kali kesempatan lagi.

Kami putuskan jalan-jalannya nanti saja sesudah sampai di Harbour Front. Ternyata sesudah chek in, kami tidak ada yang mood lagi jalan-jalan. Kami hanya membeli MacDi saja. Ituoun dibungkus, untuk dimakan di ruang tunggu atau di kapal. Tidak lama kemudian ada pengumuman, kapal sudah siap. Penumpang berbondong-bondong memasuki kapal. Kami segera bergabung dengan penumpang lainnya menuju kapal, supaya bisa mendapat tempat duduk berderet 3. Bye Singapore

One thought on “Nonton di Golden Village

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s