Malam Tahun Baru 2010

Pesta balon


Hotel tempat kami menginap sangat bagus. Saya sangat senang dengan pernak-pernik hiasan yang dipajang di lobby, apalagi ditambah lampu-lampu kecil. Sangat indah dipandang. Setelah chek in di resepsionis, kami segera menuju ke kamar yang ada di lantai 10. Untuk naik ke lantai 10, kita harus memasukkan kartu kamar. Saya menduga supaya tidak sembarang orang bisa naik lift, untuk menghindari orang-orang yang iseng bermain lift.

View kamar sangat bagus. Kami bisa melihat jalan, gedung-gedung bertingkat lainnya, dan juga banyak sekali pepohonan. Fasilitasnya oke banget. TV-nya layar datar besar sekali, dan terhubung dengan jaringan TV kabel. Di kamar itu juga tersedia jaringan internet. Hanya saja kami tidak membawa laptop. Jadi tidak bisa mencoba secepat apa sih jaringan internet di Singapura.

Uun si makhluk air, tentu saja sangat sibuk dengan masalah mandi dan berendam. Dia heboh banget tuh berendamnya. Dia melihat juga ada kolam renang, langsung heboh deh pengin mencoba. Hanya saja kali ini dia harus puas hanya berendam saja di kamar mandi.

Setelah beristirahat agak lama, kami pun turun, ingin melihat-lihat suasana. Suasana di lantai 1 ramai sekali. Ceritanya malam ini akan ada pesta tahun baru, yang diadakan oleh perusahaan tempat suami bekerja. Kami akhirnya bergabung dengan mereka. Kami bertemu dengan beberapa teman suami. Sebelum masuk ke tempat acara, kami registrasi terlebih dahulu, dan mendapatkan hadiah berupa tiket nonton di Golden Village. Selain tiket, ada juga door prize, dengan cara mengambil undian. Alhamdulilah, dapat uang dollar. Bisa menambah bekal jalan-jalan deh…

Acaranya sangat panjang, dimulai jam 20.00 pm-01.00 am. Dibuka dengan sambutan pimpinan perusahaan. Satu kali pidato saja, itupun tidak panjang. Agak beda sih dengan acara di Indonesia, yang isinya bisa 4-5 pidato. Setelah itu adalah acara hiburan. Salah satunya lomba kreativitas antar departemen. Idenya bagus juga. Daripada menyewa artis, uangnya kan mendingan jadi hadiah…Mungkin….ini hanya perkiraan saya saja.

Hal seru lainnya adalah makanan. Undangan dibagi berdasarkan lokasi kantor dan kebiasaan makan. Jadi orang muslim, duduk satu meja dengan orang muslim. Ada juga meja orang India, meja orang Cina, dll. Setiap meja dengan klasifikasi tertentu, menunya berbeda. Kebetulan meja kami dekat orang India dan Cina. Jadi saya bisa melihat, bahwa makanan yang disajikan beda.

Sebenarnya sih tidak beda jauh. Hanya saja cara memasak dan bumbunya berbeda. Misalnya udang. Di meja orang Cina sepertinya udangnya hanya direbus saja, tapi di meja kami udangnya digoreng. Bahkan di meja kami sudah dilampirkan juga pengumuman, bahwa makanannya berasal dari rumah makan X, dan sudah mendapat sertifikat halal dari majelis ulama Singapura. Untung deh, jadi kita tidak lagi merasa was-was dengan kehalalan makanan kita.

Makanan dihidangkan bertahap. Ada sekitar 9 tahap. Tapi saya sendiri sudah kenyang di tahap ke-5. Meja kami termasuk yang lambat sekali makannya, maklum didominasi oleh anak-anak kecil. Sama-sama malas makan banyak-banyak.

Para tamu berbusana aneka warna. Yang cowok mayoritas memakai kemeja dan celana. Bahkan tidak ada yang pakai jas. Sebagian undangan wanita ada yang memakai baju pesta, tapi banyak juga yang pakai celana jeans dan kaos.

Menjelang jam 24.00, kami bertiga menuju ke jalanan. Harapannya ingin melihat suasana tahun baru di jalan. Kebetulan lokasi kami tidak jauh dari Orchard Road. Jadi kami menuju ke Orcard. Sepanjang perjalanan ke Orchard, mata dimanjakan dengan hiasan lampu yang berwarna-warni.

Akhirnya sampailah kami ke Orchard. Banyak sekali orang-orang yang keluar dari rumah dan masih berada di jalanan. Pasti sengaja untuk merayakan tahun baru. Kafe-kafe juga kelihatan penuh dengan pengunjung.

Kami hanya duduk-duduk saja di jalan, melihat orang-orang yang berjalan hilir mudik. Mau ngopi, malas, perut sudah kekenyangan banget.

Akhirnya count down yang ditunggu-tunggu datang juga. Taksi-taksi sengaja berjalan beriringan. Dan orang-orang yang ada di cafe bertepuk tangan. Beberapa kali terdengar suara kembang api. Hanya saja kembang api tersebut tidak terlihat dari tempat kami berada. Uun
kecewa, karena keinginannnya melihat kembang api besar tidak tercapai. Kami akhirnya kembali ke hotel dan beristirahat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s