Serasa Menjadi Back Packer

Di salah satu sudut Fukuoka(dari koleksi mbak Aodah)

Selama satu bulan ini, sudah banyak kota yang kujelajahi, yaitu kota Jakarta, singgah di Narita, kota Kurosaki, kota Katakyushu, kota Saga, kota Nagasaki, dan terakhir kota Fukuoka.

Menjelajahi kota-kota tersebut serasa menjadi back packer atau pengembara. Hanya bedanya, kami tidak membawa ransel besar, hanya tas kecil saja.

Hampir semua alat transportasi sudah dijajal, pesawat terbang, kereta api cepat, kereta lokal, bis, sepeda, jalan kaki, taxi. Yang belum adalah Shinkansen, kapal, sepeda motor(jarang yang pakai sepeda motor). Pengin banget naik Shinkansen. Hanya harganya itu lho. Mahal.

Kami juga menjelajahi beberapa titik-titik penting kota, untuk mengetahui seperti apa sih suasana di sana. Mencoba beberapa makanan di kota-kota tersebut. Hanya sayangnya pilihan menu yang bisa dipilih sangat terbatas, karena kami adalah muslim, di mana ada larangan memakan makanan dan minuman tertentu. Makanan di Jepang itu tampilannya sangat menarik sekali. Warna-warni dan dihias dengan cermat.

Di Indonesia, saya sendiri jarang melakukan penjelajahan. Keluar dari Batam, misalnya pergi ke Singapura, ke Tanjung Pinang, ke Tanjung Balai Karimun, dll, bisa dihitung dengan jari. Mungkin kesempatan menjelajah seperti ini bisa terjadi karena ada faktor teman juga, yang hobinya sama, senang jalan-jalan dan mencoba hal-hal baru.

Plan bulan September : pengin lewat Yogyakarta, jalan-jalan di Yogya, ke Magelang melihat candi Borobudur, melihat candi Prambanan, ke Parangtritis. It feels great.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s