Kecewanya si Kutu Buku

Pantai di senja hari

Melihat penampilan buku-buku di Jepang, kelihatannya bukunya bagus-bagus. Hanya saja aku merasa kecewa tidak bisa menikmatinya. Buku-buku tersebut 100% ditulis dengan huruf kanji. Cara nulisnya juga unik sekali, ditulis vertikal. Mungkin perlu beli 1 buah buku, sebagai sebuah tantangan, untuk bisa membacanya.

Jalan-jalan ke toko buku sangat jarang kami lakukan. Saya sebagai penyuka buku, rasanya agak jengkel kalau tidak ke toko buku. Hanya saja, di sana juga tidak banyak yang bisa dilakukan, hanya membalik-balik gambar-gambar yang ada di buku, tanpa tahu dengan yakin, apa artinya. Di toko di kampus, selain menjual stationary dan makanan, mereka juga menjual buku-buku kuliah dan buku-buku lainnya. Kasusnya sama saja bagi orang yang buta huruf kanji.

Bahkan di hotel, disediakan 2 rak komik dalam bahasa Jepang. Walaupun komik tuh banyak gambarnya, tetap saja tidak enak menikmatinya, kalo tidak mengerti maksudnya.

2 thoughts on “Kecewanya si Kutu Buku

  1. Gue tau banget rasanya jadi buta aksara, jangankan baca tulisan di buku, baca petunjuk jalan atau website aja rasanya frustasi sekali. Eh tapi buku merajut banyak loh dari Jepang, ga perlu bisa baca tulisannya asal ngerti gambarnya hehehe

    Like

  2. Ya memang…
    dan biasanya kalau mau yang berbahasa inggris harus pergi ke toko buku khusus, seperti Kinokuniya atau di Tower Records juga kadang ada.

    EM

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s