Dipaksa Golput

Jalanan yang lengang saat pemilu

Jalanan yang lengang saat pemilu

Rasa kecewa yang saya rasakan, begitu ditolak dari TPS di dekat rumah saya. Pagi ini saya baru tahu kalau saya tidak mendapat surat undangan. Pembagian surat undangan memang di hari-hari menjelang Pemilu, jadi asumsi saya, saya akan mendapatkannya pada saat H-2 atau H-1. Ternyata sampai hari H, saya tidak mendapat surat undangan tersebut. Di TPS tersebut, saya cek nama saya di daftar DPT, dan nama saya memang tidak tercantum di sana.

Saya mempunyai KTP SIAK Batam sejak bulan Januari 2009. Asumsi saya, mungkin karena KTP saya di apartemen baru 4 bulan, maka nama saya tidak ikut masuk ke dalam daftar DPT. KTP saya yang lama, menggunakan alamat rumah di Tiban. Saya cek ke penghuni rumah di Tiban, ternyata saya juga tidak mendapat surat undangan.

Data DPT itu berupa data cetakan, dan digantungkan di depan TPS. Apakah saya harus mengecek ke TPS di Tiban, untuk mengetahui apakah nama saya tercantum di sana? Berpanas-panas mengecek tulisan kecil-kecil yang jumlahnya ratusan. Cukup sekali saja saja mengecek hal seperti itu, yang sudah saya lakukan tadi pagi.

Dari pengamatan saya, hasil cetakan DPT itu berupa ketikan rapi dalam bentuk tabel. Saya menduga bahwa sebenarnya KPU Batam semestinya sudah mempunyai DPT dalam bentuk elektronik. Pertanyaannya, mengapa data itu tidak dipublikasikan ke publik? Misalnya diletakkan di web site KPU dan masyarakat bisa melihat di sana, dengan fasilitas search sederhana. Toh di Batam, yang namanya warnet sudah tersebar di semua pojok kota, hotspot juga di mana-mana. Orang mengakses internet sudah mudah sekali. Mengapa KPU Batam tidak menggunakan cara yang sedikit pintar, untuk memfasilitasi masyarakat melihat namanya tercantum atau tidak di DPT. Jika tidak, masyarakat bisa melapor. Jika tercantum, dia bisa mengetahui TPS dan alamat yang menampung dia.

Apakah daftar DPT itu ada dalam bentuk cetakan di setiap kelurahan? Jika ada, kapan masyarakat mendapat kesempatan untuk melihat DPT itu? Mengapa tidak pernah ada undangan atau berita untuk melihatnya di kelurahan? Dalam kasus saya, yang pindah tempat tinggal, saya seharusnya melihat di mana? Berdasarkan fenomena di atas, menurut saya KPU Batam tidak transparan dalam hal DPT ini.

Saya sebagai warga negara yang baik ingin memilih, hanya saja ternyata keinginan saya ini hanya tinggal keinginan saja. Saya dipaksa oleh sistem supaya golput. Jadi jika nanti banyak golput di Batam, salah satu penyebabnya adalah KPU Batam. Silakan para calon legislatif protes kepada KPU Batam, jika Anda tidak mendapat suara yang signifikan.

2 thoughts on “Dipaksa Golput

  1. Pingback: kampanye damai pemilu indonesia 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s