Prinsip pemrograman Berorientasi Objek(OOP)

OOP adalah pemrograman yang tujuan utamanya membentuk objek, dan mengatur interaksi objek dengan objek lainnya untuk memecahkan masalah.

Prinsip OOP ada 3, yaitu encapsulation, inheritance, serta polymorphisme. Encapsulation adalah mekanisme pemrograman yang membungkus kode dan data yang dimanipulasi dan menjaganya supaya terhindar dari interferensi dan penggunaan yang tidak perlu. Salah satu caranya dengan membentuk objek. Sedangkan manfaat encapsulation adalah :
(1)Menyembunyikan implementasi detil sebuah class, dan menyediakan public method
(2)Memaksa pengguna untuk menggunakan method untuk mengakses data
(3)Membuat kode lebih terpelihara

Inheritance memungkinkan programer meletakkan member yang sama dalam satu class dan class-class lain dapat mewarisi member tersebut. Class yang mengandung member yang sama dari beberapa class lain dinamakan superclass atau parent class. Class yang mewarisi dinamakan subclass atau child class. Inheritance menghasilkan class hierarchy.

Polymorphisme artinya mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai polymorphic, bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku yang berbeda

2 thoughts on “Prinsip pemrograman Berorientasi Objek(OOP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s