Sarana Transportasi di Batam

Saya mau sharing tentang sarana transportasi di Batam, siapa tahu berguna bagi yang ingin pergi atau tinggal di Batam. Secara umum hampir mirip dengan kota-kota lain di Indonesia, yaitu pesawat terbang, kapal laut yang bear seperti Kelud, kapal feri kecil, angkutan kota(angkot), taksi, bis way, ojek, mobil pribadi, motor pribadi. Di sini banyak dijumpai bis-bis besar, angkot carteran, mobil carteran untuk mengangkut karyawan pabrik saat pagi, sore, dan malam hari. Menjelang pergantian shift, jumlah kendaraan yang standby di depan suatu pabrik jumlahnya bisa sekitar 50-100 kendaraan. Banyak sekali kan?

Apakah ada yang berbeda? Taksi ada dua macam, jenis pertama : taksi seperti di kota lain, yaitu jika sudah ada yang naik, maka sopir tidak berhak menaikkan penumpang lainnya. Taksi jenis kedua adalah taksi, tapi mirip angkot. Jenisnya sedan, namanya taksi, tapi sopir berhak menaikkan penumpang lagi. Tarif jenis kedua ini tarifnya jauh lebih murah, hanya saja rutenya jauh lebih jauh dan waktu lama, karena sopir mampir ke daerah-daerah ramai, kadang malah ngetem juga.

Di sepeda, jarang sekali orang naik sepeda. Jika ada, pasti bersepeda karena hobi dan olahraga. Maksudnya pada hari libur kadang dijumpai sekelompok orang naik sepeda keliling kota.

Yang gak ada : kereta api, becak, becak motor, delman, gerobak sapi…Hehehe….Sedangkan kondisi lalu lintasnya sendiri jauh lebih sepi dibandingkan Jakarta atau Bandung. Mungkin setara dengan kota Pati ya. Di daerah pemukiman yang padat, seperti Bengkong, di pagi atau sore hari sering dipadati dengan angkutan kota, sehingga kendaraan padat merayap.

Demikian juga di daerah Mukakuning. Akan tetapi jika jam masuk sudah usai, wilayah tersebut menjadi lengang kembali. Bahkan di Batam centre, boleh dibilang, sepi sekali. Macetnya paling gara-gara lampu merah saja. Bagi yang tidak tahan dengan suasana macet model kota Jakarta atau Bandung, silakan migrasi ke Batam saja.

2 thoughts on “Sarana Transportasi di Batam

  1. Soal sepinya jalan saya kira kurang betul. Pd jam-2 di luar jam masuk-pulang kerja, tetap saja ramai. Yg ramai tentu bukan angkutan karyawan, tapi angkutan barang. Bisa di cek di Batu Aji🙂

    Kadang saya termenung. Di Jatim, jalan antar provinsi hanya satu jalur. Tapi di Batam ini, di daerah “sekecil” Batu Aji jalannya dua jalur.

    Walau sudah dua jalur, tidak berarti “Anti Macet” lho…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s