Pengalaman Kerja Part Time

Pada saat kuliah S1, saya mencoba beberapa jenis kerja part time. Tujuannya adalah mendapat tambahan uang untuk biaya hidup di Bandung. Beberapa jenis kerja part time yang pernah saya lakukan yaitu :
1. Di tingkat 1 : menjadi kasir di Kokesma(koperasi kesejahteraan mahasiswa ITB). Saya melamar jadi pelayan, hanya saja, kebetulan saja kebagian di kasir. Sebenarnya sih, ini pengalaman pertama saya melayani membeli. Tapi itu oke saja. Dengan latihan bentar, langsung bisa saya praktekkan dengan baik. Di sana, setiap mau jualan, selalu disediakan uang recehan, sebanyak Rp 50.000, untuk kemudahan memberikan uang kembalian kepada pembeli. Dari sini saya kenal beberapa teman dari jurusan lain, dan sering bersay hello jika ketemu di jalan sampai lulus kuliah. Manfaat lainnya tahu seputar pengelolaan toko. Misalnya menghitung stok barang, menghitung jumlah pendapatan di setiap akhir tugas.

2. Pengawas ujian mahasiswa tingkat 1.
Di tingkat 2, kerja part time berubah. Ceritanya, di ITB, pada hari rabu sore, secara berkala, sekitar jam 3-5 sore, ada UTS/UAS kuliah-kuliah tingkat 1, meliputi matematika dasar, fisika dasar, kimia dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Ingggris.

Saya mencoba mendaftar menjadi pengawas ujian matematika dasar dan diterima selama 2 semester.
Dapat uang honor lumayan dan sertifikat. Pekerjaannya ringan, hanya mengamati mahasiswa ujian, memperingatkan jika ada yang berisik. Mahasiswa ITB cenderung tenang dan malas mencontek. Mungkin karena gengsi atau emang rata-rata sudah bisa mengerjakan soal, jadi ngapain nyontek, atau karena masih tingkat 1. Entah deh….Yang jadi kendala, terkadang hujan deras sekali atau tempat ujian berada di lantai 3/4 di GKU Lama yang tanpa lift, sehingga menyulitkan untuk sampai ke tempat ujian. Akan tetapi karena sudah mendapat amanah, saya tetap semangat mengerjakannya

3. Mengerjakan small job dan mentor
Di tingkat 3, sempat ikut mengerjakan small part dari proyek dosen. Honornya, wow, banyak banget, jika dibandingkan dengan beban kerja yang gak seberapa. Selain itu pernah juga selama satu semester menjadi mentor kuliah agama Islam bagi mahasiswa LP3I Bandung. Sekarang menjadi Politeknik LP3I.

4. Asisten dan Programmer Freelance
Di tingkat 4, pekerjaan part time tambah oke dan teratur. Sekitar tahun 1999, ada proyek pendirian D3 POS, yang sekarang menjadi Politeknik POS. Saya kebagian menjadi asisten di D3 POS.

Di tahap awal hanya 1 mata kuliah, akhirnya bertambah menjadi 2-3 mata kuliah per semesternya. Seingat saya dalam satu kelas ada 3 mahasiswa yang bertugas menjadi asisten ini.Asisten bertugas membantu mahasiswa mengerjakan praktikum di laboratorium. Jadi di lab tidak ada dosen sama sekali, hanya ada kami bertiga saja.

Siapa dosennya? Tentunya dosen ITB. Siapa mahasiswanya, para karyawan PT POS Indonesia yang mendapat tugas belajar D3. Bahkan pada suatu ketika sempat bertemu dengan karyawan PT POS yang berasal dari kota asal saya, jadi kenalan gitu deh. Mereka bersemangat sekali belajarnya dan sangat menghargai kami sebagai asisten, walaupun perbedaan usianya sangat jauh. Kadang saya menemukan peserta yang sudah jago sekali di bidang programmer.

Rasanya cukup lama juga menjadi asisten, sekitar 2-3 semester. Yang unik, karena jarak kampus dan tempat D3 POS sangat jauh, sekitar 30-45 menit, kami diantar dan dijemput. Enak, bisa tiduran di mobil, atau kenalan ama asisten atau pegawai yang lain. Ternyata 7 tahun kemudian, ketika saya kembali kuliah di ITB, beberapa pegawai itu masih ingat dengan saya. Hebat ya mereka…

Honornya, wah lumayan banget. Bisa dipakai untuk biaya hidup sehari-hari pada waktu itu, ditabung, dan enggak perlu pusing dengan kiriman dari orang tua. Kadang juga bisa nraktir teman-teman dekat.

Gara-gara menjadi asisten di D3 POS ini, saya diterima bekerja menjadi web developer di Jakarta. Mereka menggunakan bahasa pemrograman ASP. Saya sama sekali belum pernah belajar atau memakai ASP. Hanya saja karena saya pernah menjadi asisten Bahasa Visual Basic di D3 POS, alhamdulilah bisa diterima juga.

Masih karena Visual Basic, saya dikontak mahasiswa dari jurusan lain untuk membuatkan software untuk mereka. Honornya oke, hanya saja diburu-buru waktu, harus cepat menyelesaikannya. Beda sekali dengan jadi asisten yang cenderung lebih santai. Saya waktu itu tidak memikirkan apakah tindakan saya itu legal atau tidak, mengingat mereka bukan dari jurusan Teknik Informatika.

2 thoughts on “Pengalaman Kerja Part Time

  1. waduhh,, pengalaman kerja part timenya byk juga ya bukk,,,

    ya semakin bnyk kita berkenalan dengan orang dan semakin banyak pengalaman yang kita dapat dapat memebentuk jati diri kita menjadi lebih baik ya bukk,,

    salut juga ma pengalaman pas jadi mahasiswanya ,,,hehehe,,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s