Mengapa sungkan memberi kritik?

Sore tadi, teman-teman ngumpul di ruang dosen sambil makan pizza. Hm…enak sih, makan pizza sore-sore, pas perut agak lapar. Ngobrol ngalor-ngidul bentar. Di obrolan tersebut terlontar suatu masalah, yang mengganjal hati saya dan ternyata juga mengganjal teman-teman yang lain.

Solusinya sebenarnya sudah jelas juga, hanya saja teman-teman merasa “sungkan” menyampaikan masalah tersebut kepada si A. Aneh juga sih….napa ya harus merasa sungkan….Apakah takut, gak enak hati, dan akhirnya terjadi lempar-melempar siapa yang sebaiknya menyampaikan.

Saya sendiri juga merasa agak sungkan untuk memberi masukan. Tapi demi efisiensi dan efektivitas pekerjaan, rasa sungkan dicoba dibuang, diganti dengan positive thinking, bahwa saya memberi masukan/kritik karena saya care ama si A.

Akhirnya saya mengirim email kepada si A, dan sambutannya oke, alias setuju dengan usulan saya…

Dalam hati masih berpikir, mengapa ya harus merasa sungkan memberi kritik atau masukan?

2 thoughts on “Mengapa sungkan memberi kritik?

  1. kadang kalo menyampaikan suatu masukan/kritik dan saran, jarang sekali yang bersangkutan bisa menerima dengan ‘open minded’. hmm…mungkin yang bersangkutan kebetulan orang yang egonya tinggi.

    tapi, pada dasarnya kalo kita memberikan masukan ke teman atau ke siapapun, kalo cara penyampaiannya tepat dan di waktu yang tepat pula, bisa jadi masukan dari kita itu menjadi hal yang positif buat yang bersangkutan..

    salam kenal:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s