Yuk makan nasi gandul

Tadi malam, kami makan nasi gandul. Nasi gandul itu salah satu makanan khas Pati. Ceritanya kami lagi pengin makan something yang khas. Pada suatu hari, tanpa sengaja membaca iklan di Batam Pos yang memuat promosi tentang nasi gandul ini.

Sebenarnya niatnya sudah sejak hari Sabtu lalu. Hanya saja karena terhalang beberapa hal, yaitu hujan, suami ada kerjaan sampai malam, ada makan-makan di tempat pak Daniel, atau banyak makanan di rumah, jadinya niatnya gak kesampaian. Segitunya ya….

Nasi gandul itu komponennya nasi, ada kuah pakai santan, daging/jeroan, telur, perkedel, sambal, dan krupuk. Disajikannya di atas piring diberi alas daun. Kalo di Pati, biasanya pedagang menyajikan banyak lauk-lauk lain di meja makan, sehingga pembeli bisa menambah lauk. Di sini tidak ada lauk tambahan. Mungkin karena edisi perdana.

Selain nasi gandul, ada es campurnya. Es serut, sirup, agar-agar, roti, dan sawo. Yang khas adalah sawonya. Hm…good idea banget, memasukkan sawo ke dalam es campur, sebab sebelumnya gak pernah terpikirkan. Rasanya enak….Aku sudah lama banget gak makan sawo. Napa ya? Jarang sih menjumpai sawo di Batam. Sayangnya Nurul gak mau mencoba sawo ini.

Yang seru lainnya adalah aku iseng memposting habis makan nasi gandul di FC. Ternyata beberapa teman merespon. Teman yang tinggal di Perancis mengira nasi gandul tu khas Batam. Teman yang dari Pati dan sekarang tinggal di Jakarta, tiba-tiba mendapat ide untuk jualan nasi gandul di Jakarta. Otak bisnis….Dan aku bakalan dapat nasi gandul gratis, jika dia jadi jualan. Sip deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s