Cara Cepat Lulus S2

Hari Jumat lalu, saya bertemu dengan teman seperjuangan di S2 ITB. Kami bercerita-cerita, bahwa masih ada teman seangkatan kami yang belum lulus. Padahal jika dihitung, masa studinya berarti sudah 2.5 tahun. Lama banget ya? Karena sudah mendekati tenggang waktu yang diberikan, yaitu 3 tahun. Saya termasuk cepat menyelesaikan S2, yaitu 1.5 tahun saja. Padahal secara kepandaian, kerajinan, atau keuangan bisa dikatakan biasa-biasa saja. Kok bisa ya?

Sebelum mendaftar, saat mau ke pindah ke Bandung, saya mempunyai target dalam hati dan juga diucapkan, bahwa saya akan lulus 1.5 tahun. Target saja sebenarnya wajar, karena pada saat S2, saya memboyong anak ke Bandung, akan tetapi suami masih tetap di Batam.

Pada saat perwalian, sebelum kuliah pertama dimulai, saya bertemu dengan Bu Wanti(Almarhum), dosen semasa S1 dulu. Beliau menawarkan untuk bergabung dengan penelitiannya. Pada saat perwalian, dosen wali saya, Pak Afwarman juga menawarkan untuk bergabung dengan penelitiannya. Wah…surprise sekali. Dalam sehari ada dua dosen yang menawarkan topik penelitian.

Akhirnya saya memilih salah satu, yaitu bergabung dengan penelitian BU Wanti, untuk penelitian seputar text clustering. Tema ini cakupannya sedang. Saya kemudian menekuni text clustering di bawah arahan bu Wanti, mulai semester 1. Kebetulan memang ada mata kuliah, yaitu Studi Mandiri, yang berisi tugas eksplorasi tema-tema informatika yang disukai. Beliau membimbing dengan tekun sekali. Setiap minggu, saya dijadwalkan bimbingan, dengan membawa materi yang akan diterangkan ke pembimbing. Saya belajar dulu selama seminggu untuk persiapan, kemudian pada jadwal yang disepakai, bimbingan, dengan cara menerangkan, bertanya, atau ditanya tentang hal-hal yang saya pelajari. Hm…susah juga sih, pada awalnya, karena banyak hal-hal baru dan juga masih tidak saya mengerti. Tapi lama-kelamaan dapat juga konsepnya. Selain itu bu Wanti juga mengarahkan saya ikut kuliah(tanpa mengambil SKS) alias sit in saja, di kuliah beliau di S1. Hal lain yang mengagumkan dari Bu wanti adalah beliau selalu sharing kepada mahasiswa bimbingannya, mulai dari sharing paper, buku, dan beberapa kali Bu Wanti dan Bu Putri mengundang kami untuk diskusi dalam tim data mining. Saya juga dikenalkan dengan beberapa mahasiswa S1 yang tema TA-nya tentang text clustering. Dikenalkan disini tidak hanya kenal nama atau wajah, tapi lebih ke arah jadi partner dan sharing hasil penelitian.

Karena ternyata text clustering cukup menarik, saya memutuskan untuk tesis dengan topik text clustering. Saya mulai tesis di awal semester 2. Perjalanan tentang tesis cukup berliku-liku, mulai dari kesulitan mencari pemecahan masalah, sampai masalah teknis karena bu Wanti sakit keras, sehingga saya dialihkan ke pembimbing baru, yaitu pak Dwi H Widyantoro.

Oh ya, pada saat semester 2, oleh Bu Wanti, saya diarahkan untuk mengikuti kuliah pilihan yang akan menunjang tesis, yaitu kuliah Machine Learning dan Topik Khusus 1. Di kuliah Topik Khusus 1, yang berisi materi seputar Search Engine, untuk tugas-tugas membuat makalah atau paper, saya selalu mencari topik-topik yang masih relevan dengan text clustering. Jadi tema papernya adalah web snipet clustering. Pertimbangannya, untuk teori umum tentang text clustering saya sudah menguasai, sehingga tinggal belajar tentang hal khususnya, dikaitkan dengan aspek search engine.

Demikian juga pada saat semester 3, saya mengambil mata kuliah yang relevan. Tidak banyak jumlahnya yang benar-benar relevan dengan Tesis, tapi ada, yaitu kuliah Topik Khusus 2, yang berisi materi Data Mining. Tujuan lain adalah memperluas kenal dengan dosen. Dengan banyak mengenal dosen, kesempatan diskusi akan lebih banyak.

Setelah menyelesaikan S2, saya pikir, sebenarnya kesempatan lulus 1.5 tahun sangat besar, karena kurikulumnya memang didesain untuk lulus 1.5 tahun. Hampir 90% teman-teman seangkatan lulus tepat waktu untuk semua mata kuliah, kecuali kuliah Tesis 1 dan Tesis 2. Jadi bottleneck terletak pada kedua kuliah tersebut. Cara saya dengan memilih satu tema kemudian mempelajarinya, bahkan mengaitkan ke tugas-tugas kuliah non Tesis, menurut saya, sangat membantu saya dalam mengerjakan Tesis.

Penyebab lamanya S2 yang lain, adalah banyaknya aktivitas-aktivitas yang dilakukan, misalnya bekerja sambil mengerjakan Tesis. Karena Tesis datelinenya lama, maka cenderung diabaikan. Atau kesalahan dalam mencari dosen pembimbing. Masing-masing dosen pembimbing mempunyai gaya, yang mau gak mau berpengaruh dalam kecepatan kita mengerjakan Tesis. Untuk Pak Dwi, menurut saya, gayanya simple, tidak terlalu menekankan pada detail, lebih fokus pada hasil eksperimen, dan juga mudah dihubungi, via sms saja.

@Hilda-https://hildaw.wordpress.com

11 thoughts on “Cara Cepat Lulus S2

  1. Wahhh hebat ya, cuma 1,5 thn s2, sudah punya anak tapi eksis banget studynya…. mg saya jg bisa demikian…amieeenn ya rooobbbbbb

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s