Pagi-pagi ke Pantai Margomulyo

burung-di-tambak

Kami juga tidak melewatkan acara ke pantai. Pantai ini jaraknya cukup jauh dari rumah, sekitar 15 menit dengan motor. Jalanan menuju ke pantai cukup lebar dan sudah diaspal, muat 1 mobil. Di kiri kanan adalah hamparan tambak-tambak. Pemandangannya sangat indah. Ada burung-burung yang berterbangan, ada juga para pekerja yang sedang memanen ikan di tambak.

Kesejahteraan petani tambak saat ini jauh merosot dibandingkan tahun-tahun 1990-an, pada saat saya SMP. Tetapi sisa-sisa kejayaannya masih ada, ditandai dengan rumah-rumah yang bagus, jalanan yang bagus. Jika dulu saya setiap hari bosan dengan udang, karena melimpahnya udang dari tambak ayah, sekarang tinggal cerita saja. Harga udang masih tinggi, hanya saja perawatannya susah sekali, dan peluang panen berhasil sangat kecil. Mulai dari sirkulasi air laut yang kurang bagus, karena letak tambak sudah sangat jauh dari laut, penyakit udang, jika kemarau kekurangan air tawar, jika musim penghujan, tanggul sungai tidak mampu menahan air banjir kiriman dari gunung, sehingga tambak-tambak terendam banjir. Saat ini dilakukan pengerukan pada sungai, supaya sungai-sungai lebih dalam, tanggul diperbaik, supaya mampu menahan air banjir.

Selain untuk refreshing, agenda lainnya adalah makan pagi. Nurul senang sekali makan di tempat-tempat alami seperti makan di sawah, tambak, danau, atau pegunungan.

@hilda-https://hildaw.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s