Kuis Memaksa Belajar

Pada saat kuliah S2 beberapa waktu yang lalu, saya terkesan pada satu mata kuliah, namanya Machine Learning. Mengapa? Karena setiap minggu ada kuis. Hm…serem ya. Pastinya memang iya. Setiap Selasa malam, saya pasti begadang dalam rangka persiapan kuis. Terus materinya banyak sekali. Satu minggu 1 bab. Kuisnya gak tanggung-tanggung, berupa uraian. Jadi kalau pada saat kuliah, saya gak masuk, atau gak ngerti….sudah deh…pasti hasil kuisnya hancur lebur. Ini terbukti, pada suatu saat ada teman-teman yang gak masuk. Ternyata pas kuisnya nilainya rendah sekali.

Untungnya ada kuis setiap minggu, pada saat UTS dan UAS, beban belajar gak terlalu banyak, sebab memang sudah pernah dipelajari secara detil setiap minggunya.

Pada saat diterangkan oleh dosen, saya harus mengerti. Kalau tidak mengerti, langsung ditanyakan kepada dosennya. Hm…gak ada tuh malu-malu bertanya. Malu artinya sesat di jalan, artinya lagi, kuis bakalan hancur. Terus, kalau gak bertanya di kelas, mau bertanya kapan lagi? Dosennya sibuk sekali…

Nah supaya mengerti penjelasan dosen, saya usahakan sudah membaca dulu materi kuliah. Ini kadang-kadang dilakukan, kadang tidak, mengingat padatnya tugas yang sudah menanti dateline. Jadi jalan satu-satunya ya berusaha “menangkap” yang diterangkan pada saat dosen presentasi. Emang bisa sih baca buku, tapi baca buku tuh…selain detil sekali, ditulis dalam bahasa Inggris yang sangat scientific, gak banyak memakai istilah-istilah yang umum digunakan. Cara lain adalah berusaha “mengerti”, dalam arti menangkap “jalan cerita” atau “inti pembahasan”. Habis itu sih berusaha menghafal hal-hal yang mendukung “inti pembahasan”

Hasil kuis saya : sangat beragam. Pernah dapat 80. Hm…lihat kanan kiri, ternyata ada yang dapat 100. Di lain kesempatan…dapat 60. Tapi kadang-kadang dapat 100 juga. Jadi secara rata-rata mendekati angka 80-an. Gak terlalu memalukan.

Tidak semua orang menyukai kuliah ini. Kuliah ini adalah kuliah pilihan. Jadi pesertanya sudah spesifik mhs yang tertarik dengan bidang Artificial Intelligence saja. Saya masuk ke kelas ini sebagai persyaratan yang diajukan dosen pembimbing Tesis, supaya penguasaan teori saya tentang data mining lebih mantap.

Ada pola yang menarik di kuliah ini. Yang rajin masuk, rajin kuis, biasanya nilainya bagus, sehingga nilai akhirnya rata-rata A. Yang jarang masuk, jarang kuis, nilai akhirnya juga jelek.Untung saja saya termasuk dalam kelompok pertama. Kalo gak, malu juga kayaknya, sebab saya peserta yang paling tua lho…

Konsep ini saya terapkan juga pada saat saya mengajar pemrograman Java. Materinya cukup banyak, walaupun gak sesulit machine learning. Banyak teori-teori baru tentang object oriented programming.

Bentuknya bukan kuis, tapi pretest dan post test. Tujuannya memaksa peserta siap sebelum dia praktikum. Siap disini artinya dia mau gak mau harus membaca dulu teori yang sudah diberikan. Hm…semoga saja para peserta suka ya dan gak merasa terlalu berat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s