Jalan-jalan ke Jepara

Di hari-hari menjelang kepulangan, ada ide jalan-jalan sekali lagi. Kali ini tujuannya ke Jepara. Ada yang pengin ke pantai Bandengan, tapi kami sudah pernah ke pantai tersebut, sehingga dicari alternatifnya, yaitu ke pantai Kartini. Kebetulan di sana ada gedung kura-kura, sehingga kami penasaran juga seperti apa sih gedung Kura-Kura itu. Kami menuju Jepara dari Pati. Kami melalui kebun karet. Dulu saat masih kecil juga pernah melewati kebun karet ini. Dalam hati, kok pohonnya tetap segitu-segitu saja ukurannya atau sudah diganti dengan pohon lain ya? Kami menempuh perjalanan sekitar dua jam.

Tiba di pantai Kartini, kami makan siang dulu. Sengaja bawa bekal. Hm…namanya juga piknik. Sesudah itu naik mobil wisata yang membawa kami ke gedung Kura-kura. Sebenarnya jalannya tidak terlalu jauh sih, sehingga pulangnya kami jalan kaki dari gedung Kura-kura ke parkiran, tentunya sambil lihat-lihat toko-toko suvenir. Anak-anak tidak tertarik dengan suvenir kerang-kerang dan baju-baju yang dijual. Ya sudahlah…saya malah hunting foto. Jualannya seru juga, ada topi warna-warni, hiasan kerang yang lucu-lucu. Oh ya, di gedung Kura-kura ada akuarium, hanya saja cuma sedikit. Yang menarik hanya akuarium yang ada di tengah-tengah, karena ada ikan hiu segala. Sebenarnya sih koleksinya cukup baik. Hanya saja, seminggu sebelumnya kami mengunjungi Batu Secret Zoo dengan segala koleksinya, sehingga ketika melihat koleksi di gedung Kura-kura, jadi jomplang perbandingannya.

 

 

Sovenir perahu
Sovenir perahu
Topi cantik
Topi cantik

Jalan-jalan ke Jolong

Jolong adalah agrowisata perkebunan kopi yang ada di gunung Muria. Kalau baca di web, agrowisata ini ada di kabupaten Pati. Ceritanya kami mengunjungi saudara di Pati, kemudian pulangnya mampir ke Jolong ini. Si sulung pernah diajak tantenya ke Jolong saat lebaran tahun 2016. Mereka naik motor berdua, gak mengajak mama dan si bungsu, sehingga kami penasaran seperti apa sih Jolong itu. Jalannya lumayan naik, beberapa ruas jalan ada yang rusak, dan kadang-kadang pas banget kalau dilalui dua mobil. Untung saja tidak ramai, kami jarang berpapasan dengan mobil lain.

Di sana kami tidak banyak eksplore, karena mengajak mamaku yang sudah tua ama si bungsu yang masih kecil. Kasihan kan kalau harus tracking ke air terjun. Pemandangannya memang cantik. Kami foto-foto pemandangan dari atas. Sesudah itu minum kopi. Ini juga sengaja beli kopi, karena si sulung ingin mengulang ceritanya saat lebaran dulu, minum kopi di Jolong. Kami juga beli kopi bubuknya. Rasa kopinya seperti rasa kopi saat aku masih kecil. Aku tebak kopi ini sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, misalnya beras, kelapa, dll. Dulu saat masih SD sering disuruh bantuin nenek mengolah kopi, dari bijih kopi sampai dengan siap seduh. Bapak malah nostalgia dulu saat masih muda pernah mendaki gunung Muria yang kami lihat saat perjalanan ke Jolong. Emang senang ya bisa jalan-jalan sekeluarga.

Jolong view

Jolong view

 

 

Backpacker ke Batu(3)

Acara hari ini adalah wisata alam. Kami ingin merasakan petik apel. Yang banyak ditawarkan di web adalah agrokusuma. Harganya lumayan mahal, sehingga kami cari info lain. Jatuhlah pilihan di kebun apel yang berada di sebelah selecta. Per orang bayar 25 ribu. Akhirnya kami ke sana. Setelah bayar uang masuk, khusus dewasa saja, kami dapat jus apel, ama kantong kresek, untuk tempat apel yang kami petik yang mau kami bawa pulang. Di sana kami boleh makan apel sepuasnya. Akan tetapi, tempatnya repot juga karena berada di lereng bukit. Trus makan apel terus menerus juga bosan juga ya. Paling kami makan 4-5 buah saja. Apel yang saya petik juga tidak banyak, karena tampaknya buahnya memang tinggal sedikit yang ukurannya lumayan. Hanya setengah kilo saja, akhirnya saya beli tambahan setengah kilo saja di petugasnya. Sambil nongkrong-nongkrong, kami malah beli bakso malang, yang ini rasanya enak. Tidak seperti bakso tadi malam.

Tempat petik apel ini letaknya benar-benar di sebelah selecta. Dulu pas SD saya pernah diajak orang tua ke Selecta. Jadi pengin tahu seperti apa ya tempat wisata kenangan tersebut. Ternyata sudah banyak berubah, maklum sudah puluhan tahun yang lalu. Di selecta bayarnya Rp 30.000 beda tipis ama tempat petik apel. Di sana ada kebun bunga, kolam renang, permainan air(bebek-bebekan), naik kuda, Flying fox, dll. Si bungsu dan si sulung pilih naik kuda. Bayar Rp 10.000. Antrinya bentar, tapi naiknya memang sebentar. Si bungsu masih pengin naik kuda lagi, sehingga dia naik kedua kembali. Pakai acara mewek segala, gara-gara mamanya gak mengabulkan permintaan naik kuda kedua kalinya. Akhirnya dikabulkan deh. Kami beli cemilan juga. Kemudian naik bebek-bebekan. Only saya dan si bungsu. Ternyata susah juga ya mengendalikan bebek-bebekan. Baru main 15 menit, sudah rasanya lama sekali.

Sekitar jam 13.00 kami cabut, melanjutkan perjalanan ke Malang. Kami mau beli oleh-oleh strudel Malang. Harganya lumayan mahal. Semula kami mengira isinya lumayan besar, tapi ternyata mini sekali. Jadi bengkak deh anggaran beli oleh-oleh, padahal ketika oleh-oleh dibagikan, rata-rata hanya dapat 1 bungkus kripik apel saja. Hm..tahu begitu, sebaiknya dibelikan kripik apel semua ya.

Di sebelah counter Strudel Malang, ada rumah makan Padang. Jadilalah kami makan siang di sana. Agak gak nyambung sih, ke Malang malah makan nasi Padang. Sesudah makan, kami lanjut perjalanan ke arah Surabaya. Jalanan lancar, dengan saingan kendaraan adalah truk-truk besar dan bis. Kami menikmati perjalanannya. Dari Surabaya melewati Gresik. Mulai turun hujan lebat di Gresik. Jalanan kecil, karena sudah keluar dari tol. Mobil jalan pelan-pelan karena jalanan rapat dan hujan juga sangat deras. Hujan turun sekitar 2 jam. Itupun rasanya tidak berhenti-henti. Cuaca kembali cerah saat kami memasuki kota Lamongan. Kami cari makan di pinggir jalan. Ada yang kepingin makan mie ayam. Akhirnya berhenti di warung mie ayam dan nasi goreng. Rasa nasi gorengnya lumayan. Cuma agak bingung, kok nasinya berwarna merah ya. Trus irisan ayamnya tipis banget, seperti kertas. Penasaran gimana cara mengirisnya ya. Si bungsu alhamdulilah mau makan nasi gorengnya, sehingga setelah makan malam, dia tertidur sampai di tujuan.

selecta
selecta
Naik kuda
Naik kuda

Backpacker ke Batu (2)

Di hari kedua, kami terbangun, setelah mendengar kicau burung. Ceila. Namanya juga di Batu. Cuaca sangat sejuk. Anak-anak masih malas-malasan tidak mau meninggalkan selimut yang hangat. Jadi agak saya paksa juga untuk shalat subuh sebentar. Habis shalat lanjut bobok lagi. Mungkin tubuh mereka mengirim sinyal, ini kan liburan, ngapain juga buru-buru bangun. Kami mulai start sarapan jam 07.00 pagi. Itupun si bungsu masih gak mau bangun, akhirnya dia kami tinggal di kamar, sementara kami sarapan di homestay. Salah satu fasilitasnya adalah sarapan. Sudah disedikan satu lauk, satu sayur, nasi, jus, teh/kopi/air hangat, dan susu. Memang tidak seperti hotel bintang empat yang sarapannya beraneka ragam. Tapi sudah cukup empat sehat lima sempurna kan. Saya dan si sulung makan santai di ruang makan. Kami kemudian minta ijin bawakan sarapan untuk si bungsu ke kamar. Ternyata dia sudah bangun. Akhirnya kami makan di teras depan kamar. Si bungsu menyukai menunya, terbukti dia ingin mengulang menu yang sama di hari berikutnya.

Sambil sarapan, adik dan keluarganya datang menjemput. Kami nongkrong-nongkrong di teras, karena tujuan wisata hari ini, Jatim Park 2, jaraknya tidak terlalu jauh, dan baru buka jam 10 pagi. Setelah selasai sarapan, mandi, kami siap berangkat sekitar jam 9 lebih. Memang dekat dari BNS. Cari-cari parkir, kemudian antri tiket. Saya salah antri tiket. Saya mau pakai boarding pass Citilink, sehingga harus di kantor Informasi beli tiketnya, tidak bisa beli tiket di counter yang biasa. Gak apa-apa deh, demi diskon 20%.

Kami beli paket Jatim Park 2 terdiri dari Museum Margasatwa dan Batu Secret Zoo. Sambil menunggu tempat wisata dibuka, kami santai-santai dulu sambil foto-foto di pelatarannya yang asyik. Pas jam 10, kami mulai masuk ke museum satwa. Agak lama juga di sini, karena si bungsu semangat foto2 objek yang ada di kaca dan juga baca informasi-informasi yang ada di tembok. Si sulung dan emaknya agak bosan juga, karena dia terlalu lambat nih. Beda orang beda pemikiran. Baru tiga orang saja sudah beda keinginan. Tapi karena dia masih kecil, tidak mungkin juga ditinggal sendiri. Itu juga yang menyebabkan rombongan keluargaku dan keluarga adik jalannya terpisah. Alhamdulilah kami bisa berkoordinasi pakai hand phone.

Sesudah itu, acara kami kanjutkan ke Batu Secret Zoo. Benar cerita-cerita yang saya baca di blog, kalau di Zoo ini memang lebih menarik. Kami melihat binatang yang sangat beraneka ragam, aneh-anah jenisnya. Trus anak-anak senang sekali foto-foto dengan binatang yang bisa dipegang tanpa pembatas apapun, walaupun harus bayar Rp 5000 ekstra. Mereka foto dengan burung, musang, ular, kuda poni. Trus sekali naik gajah, hampir naik unta juga. Setelah dipikir-pikir gak jadi. Selain itu kami juga nonton pertunjukan anjing laut. Wah kalau di Batam, kalau sedang ada pertunjukkan anjing laut, per orang aja bayarnya sekitar 30-40 ribuan.

Kami melewati bagian savana di afrika, di mana jalannya agak naik. Lumayan capek sih. Untung masih kuat dan si bungsu tidak minta gendong. Dia saat di gerbang malas-malasan, tapi semakin masuk ke Zoo, semkin semangat lho. Di daerah yang menanjak naik ada penyewaan sepeda listrik juga. Kami melewati wahana  permainan. Kami tertahan cukup lama di sini, karena si sulung dan si bungsu betah berlama-lama di sini. Kami sebetulnya punya rencana sesudah dari Jatim Park 2 mau ke museum angkot. Karena anak-anak tidak mau beranjak dari wahana permainan, akhirnya adik sekeluarga duluan ke museum angkot, dan kami tetap stand by di Jatim Park 2. Sebenarnya ada beberapa counter makan di sana, tapi kami memilih makan Pop Mie juga. Rencana beli Pop Mie untuk ganjal perut, tapi karena keasyikan main, akhirnya kami gak jadi makan berat, tapi diganti ama makanan ringan, seperti Siomay ama jus. Si bungsu mau mencoba keberuntungan di permainan ketangkasan. Hanya saja sistem permainannnya berbeda. Yach gak dapat boneka deh.

Kami ikut tur melihat wahana 5 benua, trus yang sangat seru ikutan Safari Farm. Saat antri, tiba-tiba ada tawaran tiga orang bisa duluan. Aku dengar pengumuman itu dan langsung deh keluar dari antrian. Safari farm sangat seru, karena binatangnya mendekat ke kereta yang kami naiki. Kami juga bisa kasih makan. Karena antri gak sampai ujung, kami gak beli wortel, makanan favorit binatang tsb. Si bungsu ddikasih wortel oleh penumpang lainnya, walaupun dia juga takut saat kasih makan ke binatangnya. Binatangnya responsif sekali dengan yang namanya wortel. Lihat wortel langsung dia nengok dan mendekat ke si pembawa wortel. Lumayan ngeri juga untuk si bungsu. Saya enggan juga didekati dengan keadaan seperti itu.

Setelah itu kami ke Baby Zoo. Si bungsu sengaja beli wortel. Dia kasih makan anak-anak hewan. Ada kambil, kelinci, keledai. Lagi-lagi kami tertahan di sini, karena si bungsu senang sekali dengan sekelompok anak kelinci. Dia gak mau jalan. Maunya di sana saja. Setelah cukup lama, kami shalat, habis shalat dia pengin ke tempat baby zoo lagi. Lumayan wasting time. Tapi gimana lagi.

Kami kemudian lewat taman mainan anak-anak, si bungsu juga tertarik main di sini. Sampai hari mulai gelap. Dari sini kami berencana pulang. Sambil jalan ke arah pintu keluar, kami beli jamu. Harganya lumayan mahal, sekitar 15 ribu, tapi rasanya mantap sekali. Bisa menghangatkan tubuhku yang mulai masuk angin. Ternyata masih ada wahana air dan harimau. Dua-duanya kelihatan seru. Hanya saja terpaksa kami skip, karena sudah capek dan sudah mendekati pukul 18.00, di mana wahana tersebut akan tutup.

Di pelataran, lagi-lagi si sulung tertarik beli kaos. Hobby banget ya beli kaos. Saat beli-beli kaos, adik telpon menawarkan jemputan. Kami janjian di pintu masuk Jatim Park 2 supaya adik gak usah bayar parkir lagi. Ternyata pas sekali. Begitu  kami sampai di pintu masuk, mobilnya datang.

Sesudah mandi, kami makan malam. Kami pilih makan nasi goreng yang dijual di depan home stay. Ternyata si bungsu tidak tahan dengan rasa nasi goreng yang agak pedas, sehingga kami terpaksa cari makanan lain untuk dia. Sesudah istirahat, saya rapikan barang-barang di koper, untuk persiapan besok. Kami mau check out besok pagi.

 

Foto dengan ular
Foto dengan ular
Naik gajah
Naik gajah

Backpacker ke Batu (1)

Si sulung sudah mengenal back packer dan sudah siap mental juga untuk travelling ala-ala back packer. Ketika saya kemukakan rencana mau back packer di akhir tahun 2016, dia menyambut gembira. Setelah mendapat ijin dari suami, saya, si sulung, dan si bungsu hunting tiket ke arah Malang. Ternyata harga tiket Batam-Malang jauh lebih mahal dibanding Batam-Surabaya. Mengingat jumlah personel yang lumayan banyak, kami beli tiket Batam-Surabaya. Ternyata di tanggal yang sama, adik saya dan keluarganya juga ada rencana piknik ke Batu. Dia mau menjemput kami sekalian di bandara Juanda sebelum ke Batu. Kami beruntung banget ya, karena travelling rame-rame sekeluarga tentunya lebih menyenangkan dan mengurangi tanggung jawab yang harus saya jalankan, misalnya cari-cari travel. Sebenarnya untuk berangkat di tanggal 21 Desember ini agak ribet juga, karena masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Memang pekerjaan tidak akan ada habisnya. Alhamdulilah atasan mau kasih cuti, TU mau bantu geser jadwal mengajar dan mengawas ujian, koordinator TA juga mau bantu geser jadwal ujian TA. Alhamdulilah.

Pesawat dijadwalkan berangkat dari Batam jam 09.50. Kami dari rumah jam 06.30 karena mau nebeng mobil suami ke bandara, sementara dia jam 08.00 harus sampai kantor juga. Demi hemat uang taksi 100.000, no problemlah sejam dua jam nongkrong di ruang tunggu bandara. Asal adem saja. Benar juga ruang tunggu masih lengang, tapi tak berapa lama sudah ramai juga. Banyak ibu-ibu yang mau jalan-jalan sama anak-anaknya. Ternyata model kami, di mana bapak-bapaknya tidak ikut travelling banyak juga ya. Kirain cuma kami sekeluarga juga.

Pesawat berangkat before time, karena jam 09.30 kami sudah diminta naik pesawat. Cuaca sangat cerah juga. Kami akan menempuh penerbangan dua jam. Adik sekeluarga juga sedang dalam perjalanan, mareka sudah sampai di Gresik. Dua jam ternyata lama juga ya. Pertama-tama lihat pulau Batam dan kepulauan Riau yang semakin lama semakin hilang berganti dengan awan putih, kemudian baca-baca majalah, makan bekal makanan, yang anak-anak masih merasa lapar juga, sehingga mereka minta dibelikan pop mie yang harganya lumayan di pesawat. Untungnya mereka mau sharing satu berdua. Aktifitas lainnya adalah gantian ketiduran di pesawat. Perut kenyang, suasana adem memang membuat kita terlelap. Akhirnya sampailah kami di bandara Juanda. Ternyata adik sudah menunggu di pintu kedatangan. Kami sempatkan beli roti O untuk bekal di jalan, makan siang, dan shalat dulu.

Kami menuju ke arah Malang. Adik tidak familiar juga dengan Sidoarjo ini, untung ada Google map, ada si sulung yang sudah pandai baca peta di Google map, dan mengandalkan tanya-tanya orang jika ada kebingungan. Kebanyakan kami melalui jalan tol.

Ternyata bandara Juanda ke Malang jauh juga ya. Kami dari Bandara sekitar jam 13.00, sampai ke Malang sudah agak sore, sekitar jam 16.00. Kemudian lanjut ke Batu. Perjalanan alhamdulilah lancar ya, cuma memang jauh sih. Mungkin karena hari Rabu dan belum waktunya peak session ya.

Saya sudah memesan kamar di sebuah homestay melalui airbnb.com di batu. Ternyata lokasinya benar-benar di depan BNS(Batu Night Spectaculer). Saya sudah kontak hostnya kalau akan datang malam hari. Sampai di homestay, saya telpon host, kemudian dia kasih kunci. Alhamdulilah kamarnya luas sekali, tempat tidurnya juga King, sehingga cukuplah untuk kami bertiga. Saya tidak mengira kamarnya akan selapang itu. Berdasarkan pengalaman menginap di hotel yang spacenya sangat terbatas ya. Disediakan juga peralatan mandi, air mineral, kopi, teh seperti di iklannya.

Sesudah bersih-bersih, kami lanjutkan acara cari makan malam. Ada sederetan tenda makan di depan BNS, kami makan soto dan bakso. Di hari pertama ini rasanya cukup enak, harganya juga sesuai yang sudah tertera. Hanya saja, di malam kedua, kami makan bakso masih di deretan tempat makan tersebut, penjualnya lain, rasanya tidak karuan. Si bungsu langsung menolak baksonya. Saya cobain ternyata tidak enak juga. Kemungkinan karena sudah lama tidak laku, jadi rasanya gak karuan. Ya sudahlah, akhirnya Sofia kami belikan roti.

Sesudah makan, kami ke BNS. Semangat banget ya…Si sulung beli tiket terusan, saya dan si bungsu beli tiket masuk saja. Si bungu pengin main beberapa permainan di sana. Ternyata di jual juga tiket per permainan. Keputusan saya beli tiket eceran tepat juga, karena untuk anak usia 6 tahun permainannya terbatas juga. Untuk si sulung yang SMP, permainannya sangat banyak, hanya saja, dia juga tidak maksimal mencoba seluruh permainan, mengingat sudah capai dan pusing karena naik wahana tersebut. Oh ya, si bungsu malah dapat hadiah boneka setelah main di arena ketangkasan.

Setelah 3 jam di sana kami memutuskan pulang. Sepanjang pintu keluar, di area food court ternyata banyak sekali penjual kaos, sandal, suvenir. Mayoritas sih jualan kaos. Si sulung beli kaos seharga 55 ribu, si bungsu beli sandal 10 ribu. Di kios-kios di luar BNS, saya beli kripik apel dan nangka.

 

BNS
BNS
Permainan ketangkasan
Permainan ketangkasan

Perjalanan Menuju Tempat PK

PK adalah semacam acara yang diselenggarakan LPDP, kepanjangannya persiapan keberangkatan. Meskipun belum dapat LOA, saya akhirnya mendapat undangan untuk mengikutinya, setelah dua kali dicancel, karena memang diprioritaskan peserta yang sudah mendapat LOA. Acara lima hari plus dua hari sebagai persiapan. Saya berangkat hari sabtu pagi, diantar suami ke bandara. Naik Lion Air. Oh ya, sebelumnya sudah janjian ama beberapa peserta lain, naik mbil bareng menuju ke Depok. Kami naik grab. Ternyata cukup jauh jaraknya. Sampai ketiduran di mobil. Mobil yang kami naiki juga nyasar ke perkampungan, kemudian mentok di sebuah gang buntu. Gara-gara mengikuti GPS, belok kanan, belok kiri, dst. Lucu juga….

Kami menginap di Wisma Hijau. Kamarnya sederhana, tapi rimbun ama pepohonan dan bunga, makanannya lezat, trus yang penting, saat lihat kasur, saya langsung terlelap. Maklum baru mulai tidur jam 11 malam dan harus bangun jam 03.30. Sebenarnya terlalu cepat ya petugas membangunkan teman-teman. Hal tersebut berlangsung di hari pertama dan kedua. Hari-hari selanjutnya tidak lagi dibangunkan, karena tidurnya semakin larut juga. Gak tega ngebanguninnya atau saya yang sudah tidak dengar lagi teman mengetuk kamar ya, entahlah.

Acara sebenarnya dimulai jam 05.00 pagi. Benar-benar tepat waktu. Materinya seru-seru. Alhamdulilah banget, saya bisa mengikutinya hanya sekali ngantuk, di malam hari kedua. Padahal saya tuh orangnya suka ngantuk kalau dengar ceramah. Mungkin karena materinya mengena banget ya, jadi ngerasa sayang kalau gak mengikutinya dengan serius. PK selesai Jumat siang, tapi dilanjutkan dengan acara informal sampai sore. Saya ijin pulang duluan hari Jumat jam 14.00.

Untuk kepulangan ini gak ada teman seperjalanan lagi. Banyak yang baru pulang hari Sabtu atau menunda pulang untuk mengurus berbagai urusan lainnya. Saya naik grab lagi sendirian, pertama sempat gentar, kuatir terlalu mahal. Habis sekitar 170 ribu sudah termasuk tol.  Perjalanan alhamdulilah lancar. Dua jam saya sudah sampai di terminal 3 Ultimate bandara Sukarno Hatta. Bangun tidur sempat mikir, gedung apa nih, kok besar sekali. Ternyata itu bandaranya. Maklum di tiga kali kunjungan sebelumnya ke bandara Ultimate, saya hanya numpang transit saja dan sama sekali belum terpikir mencari gambarnya di Google.

 

peserta PK-87 LPDP
peserta PK-87 LPDP
sedikit kontribusi dari PK-87 untuk korban gempa Aceh
sedikit kontribusi dari PK-87 untuk korban gempa Aceh

Sejenak ke Semarang

Ke semarang hanya dua hari untuk urusan kantor, berangkat minggu pagi, sekitar jam 10 dari Batam dan pulang kembali Senin siang. Berangkat berdua ama teman. Naik pesawat Lion langsung ke Semarang. Sampai Semarang jam 11.45. Ontime sekali. Malah sangat ontime, karena walaupun jadwal berangkat itu jam 09.45, tapi jam 09.20 semua penumpang sudah diminta naik ke pesawat. Jadi kalau naik Lion saat ini harus meluangkan waktu yang cukup banyak sebelumnya, jangan terlalu mepet, nanti bisa ketinggalan pesawat.

Di Semarang kami menginap di Louis Kienne Hotel. Hotelnya dekat Simpang Lima. Dari bandara naik taksi, kemudian check in ke hotel. Ternyata belum bisa check in. Kalau mau, kena charge. Wah.. Mendingan jalan-jalan dulu saja ya. Akhirnya ransel kami titipkan ke resepsionis. Kami jalan-jalan menyusuri Simpang Lima. Tujuan pertama adalah masjid Baiturrahman Semarang. Masjidnya besar dan sudah tua sekali. Arsitekturnya unik sekali. Kami shalat Dhuhur di sini. Setelah shalat kami makan Tahu Gimbal di trotoar depan masjid yang rindang. Enak banget dan mengenyangkan. Ini kedua kalinya makan Tahu Gimbal di sana. Ternyata tak lama kemudian mau turun hujan, sehingga kami segera menyelesaikan transaksi pembayaran walaupun makanan belum habis. Kami berteduh di mall terdekat. Mallnya besar sekali.

Saya pakai kesempatan ini untuk beli baju seragam PK, karena ada beberapa baju dan sepatu yang belum punya. Senang juga belanja bareng teman, karena dapat advice model baju yang agak beda dari gaya saya, tapi bagus. Habis itu keliling ke beberapa toko, cari sepatu ama batik. Di dekat situ ada toko Danar Hadi yang besar banget. Batiknya bagus-bagus, tapi ya begitu deh, mahal-mahal. Saya tentu saja cari batik yang paling murah dan masih oke tentunya. Untungnya batik-batiknya sudah dikelompokkan berdasarkan harga dan jenis kelamin, sehingga tidak susah carinya. Sesudah dari Danar Hadi ini, kami kembali jalan kaki ke hotel. Mestinya bisa naik angkut sih. Tapi mengingat hotel kelihatan dari kejauhan, terasa nanggung juga kalau naik angkot atau taksi.

Kami cepat-cepat mandi, karena ada janji pertemuan dengan pihak lain. Hehe, gak perlu diceritakan juga sih, walaupun penting bagi saya, kan belum tentu penting bagi pembaca. Singkat kata, pertemuan tersebut diiringi dengan minum jus alpukat yang sangat enak dan gulanya dipisah. Kalau mau manis, kita bisa menuang gula sendiri. Sekitar jam 19.30 acaranya selesai, dan kami serombongan diundang makan malam oleh seorang teman di restoran yang berbeda. Kami datangnya telat nih, sehingga pihak pengundang sudah selesai makan. Tapi tetap ditungguin dan diajak ngobrol. Sesudah itu, kami rame-rame naik angkot menuju ke hotel.

Ternyata teman-teman masih pengin jalan-jalan, dan mengajak kami jalan-jalan keliling Semarang. Sebenarnya belum tahu juga rutenya mau ke mana, Ada yang ingin makan lumpia. Pertama kami cari di warung tenda di Simpang Lima, tapi tidak ada yang sreg, kemudian dilanjutkan naki taksi ke toko penjual lumpia. Di sana saya makan lumpia satu buah dan minum teh dingin. Hehehe, sebenarnya sudah kekenyangan makan di restoran sebelumnya. Lapar–>kenyang –>kenyang sekali sesudah makan lumpia. Tempat jual lumpia ini juga jual oleh-oleh. Saya beli Wingko Babat untuk oleh-oleh teman-teman dan keluarga. Ternyata di perjalanan pulang, ada teman yang ingin makan bakmi Jowo. Wah….Kalau saya sih sebetulnya tidak sanggup lagi, jadi cuma menemani saja. Perjalanan yang panjang…tapi anehnya malah gak ngantuk lagi. jadi ingat film AADC jilid 2, mengunjungi banyak tempat dalam waktu sehari. Sampai hotel menonton TV sebentar, tapi tidak bisa tidur dengan nyenyak, sehingga ketika bangun tidur masih terasa ngantuk banget.

Kami pergi pagi-pagi sekali, sekitar jam 07.00. Harus buru-buru sarapan kemudian nitip tas di resepsionis hotel, kalau gak mau ditinggal ama rombongan. Tugas dinas sudah menanti. Gak perlu diceritakan juga. Acara selesai jam 12.00. Kami kembali lagi ke hotel mengambil tas sambil naik angkot, karena ternyata susah sekali mencari taksi dari lokasi kami berdiri. Sesudah itu, kami lanjut ke bandara. Ada yang ingin makan mangut di sebuah warung makan dekat bandara, yang ternyata menu yang dimaksud habis. Hehe, belum rezeki. Akhirnya kami makan menu yang ada.