Olahraga: ke Tebing Keraton

Tebing Keraton adalah kawasan wisata alam yang terletak di perbatasan Bandung dengan Lembang. Kami menjangkaunya dari daerah Dago Pakar Bandung. Pada saat memasuki daerah Dago Pakar, kita akan menjumpai Tahura Djuanda dulu. Untuk tujuan Tebing Keraton, kita harus melanjutkan perjalanan naik ke atas beberapa ratus meter, kemudian belok kanan, naik terus menyusuri bukit, sekitar 5 km. Pemandangan Dago Pakar sampai Tahura sangat menarik, banyak pepohonan cemara, bukit-bukit hijau yang ditanami sayuran, vila-vila cantik, jalanan naik turun berlika-liku. Di masa pandemi ini, jalanan Dago Pakar menjadi tujuan para penggemar sepeda, karena medannya memang sangat menantang, nanjak terus.

Hari ini tujuan kami ke Tebing Keraton. Kami tidak naik sepeda, tetapi jalan kaki. Kami naik mobil sampai ke tempat parkiran Tebing Keraton, dilanjutkan dengan jalan kaki ke Tebing Keraton. Dari tempat parkir mobil, untuk ke atas kita harus jalan kaki di jalanan yang menanjak sekitar 1.7 km lagi atau bisa juga naik ojek. Karena judulnya olahraga, kami tentunya harus bersabar dengan tawaran manis mas-mas tukang ojek, yang jeli melihat orang yang ngos-ngosan karena jarang berolahraga.

Sekitar sebulan yang lalu, kami sudah masuk ke kawasan wisata Tebing Keraton. Untuk kali ini, kami tidak berniat masuk, hanya menyusuri jalan menuju Tebing Keraton saja, menikmati menanjaknya jalan dan sejuknya jalan yang penuh pepohonan besar. Kami sampai perkampungan menuju Tebing Keraton, kemudian putar balik turun ke bawah.

Di perjalanan turun ini, kami sempatkan belanja sayur : brokoli, kacang merah, dan alpukat. Kami juga sempatkan makan dan minum di warung yang ada di rute tersebut. Kali ini kami beli es kopi gula aren, teh tarik, bandrek, bandrek susu, risol, tahu isi, dan beberapa gorengan lainnya. Alhamdulilah mengenyangkan sekali, sehingga anak-anak jadi enggan makan siang.

bandrek susu dan original
perjalanan turun ke bukit

Pada saat kami makan, hujan turun, sehingga kami berteduh dulu di warung tersebut. Sesudah hujan berhenti, kami melanjutkan perjalanan turun, dengan suasana nyaman sekali. Rasanya segar dan sejuk, sehingga tidak terasa, kami sudah sampai ke tempat parkiran, kemudian melanjutkan perjalanan naik mobil.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Menjelang Tahun Baru 2019 : ke Aeon

img_20181231_152259-v1

Tanggal 31 Desember 2018 pagi, kami berempat ke Jakarta. Sengaja pergi pagi-pagi. Alhamdulilah lalu lintas Bandung-Jakarta sangat lancar. Kami sempat beristirahat di rest area favorit. Kami suka dengan desain masjidnya, yang dindingnya hanya ditutup kaca sebagian, sehingga bisa melihat view pegunungan yang cantik. Di sana juga ada toko yang menjual oleh-oleh. Kali ini kami coba masuk ke toko yang menjual makanan dari susu. Banyak sekali makanan dan minuman yang ditawarkan. Pilihan kami jatuh ke minuman yogurt. Alhamdulilah enak.

Daerah Kerawang dan Bekasi yang biasanya padat kali ini juga sangat lengang. Proyek pembangunan jalan tol diliburkan karena menjelang tahun baru. Bandung-Jakarta bisa ditempuh dalam waktu 3 jam saja, itu sudah ditambah istirahat dua kali di rest area yang berbeda.

Tujuan semula ke Jakarta adalah mengantar anak balik ke asrama. Hanya saja karena masih pagi, kami tambah agenda yang lain sebelum ke asrama, yaitu mengunjungi rumah kakak. Singkat kata, setelah minta alamat lengkapnya, pasang di Google Map, meluncurlah kami ke rumah kakak. Kebetulan si kakak sedang sibuk dengan pekerjaannya, jadi urusan memasak untuk makan siang diserahkan kepada kami. Serasa rumah sendiri ya. Sebelum masuk ke kompleks rumah kakak, ada penjual empek-empek. Kami pengin beli empek-empek, tapi kendaran sudah terlanjur jauh. Mikirnya lama sih…. Ternyata di rumah kakak, stok empek-empeknya banyak sekali. Jadilah pesta empek-empek hari itu.

Kami sebenarnya sudah sering ke sini, sehingga sudah hafal dengan seluk-beluk rumah dan juga akrab dengan para keponakan yang manis-manis itu. Sofia juga senang bermain-main dengan sepupunya. Nurul dan Nabila berencana main ke Aeon. Wah jadi pengin juga dong emaknya, kan emaknya belum pernah ke Aeon. Apalagi katanya di Aeon jual sushi dengan harga hemat. Jadi tambah kepingin nih…

Singkat kata, setelah masak, makan siang, cuci piring, shalat, kami siap-siap ke Aeon. Mallnya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 15 menit saja. Di sana langsung deh ke tempat Sushi. Kan ada ponakan yang memandu. Ternyata Sushi dijual di food courtnya. Harganya ada dua jenis 3 ribu dan 6 ribu. Ada juga yang harga paketan. Lumayan ekonomis dan enak untuk cemilan di sore hari. Sesudah makan sushi, dilanjutkan makan es krim matcha. Es krimnya porsinya besar banget. Untung aja tidak dijatah satu-satu. Jadinya sharing-sharing aja makan es krimnya. Sesudah itu lanjut ke lantai berikutnya. Anak-anak mau beli ayam ala-ala Taiwan. Pengetahuan emaknya sudah mulai kalah ya ama anak-anaknya, karena akhir-akhir ini emaknya emang jarang sekali ke mall. Biasanya belanja cemilan ke toko di dekat rumah saja. Murah meriah dan gak pakai macet. Kunjungan ke Aeon baru sebatas itu, mengingat waktu yang terbatas dan juga mallnya besar sekali. Jadi daripada ngalor-ngidul gak jelas, kuatir jadi pengin macam-macam, kami akhirnya segera pulang ke rumah untuk kemudian melanjutkan perjalanan berikutnya.

Liburan Naik Kuda

IMG-20181028-WA0020

IMG-20181028-WA0019

 

Berawal dari dengerin testimoni dari seorang teman, tentang tempat wisata di Lembang, hari ini kami mengunjungi salah satunya, De Ranch. Kami dari rumah start jam 08.00 pagi. Perkiraan Google Map cukup akurat, hampir mirip dengan kenyataan, sekitar jam 09.00 kami sudah sampai ke lokasi. Jalan yang dipilihkan juga cukup lancar, yaitu melalui Dago Giri. Cuma jalannya memang menanjak, dan mobil terasa gak kuat menanjak. Beberapa kali nanya ke suami, apakah mobilnya kuat nih melalui jalanan ini?

Tempatnya adem, begitu masuk, langsung deh menukarkan tiket masuknya dengan segelas susu segar sambil memandang ke lapangan dengan view pegunungan yang hijau. Kami kemudian mengitari area wisata itu. Banyak sekali permainannya dan semuanya cocok untuk anak kecil. Beberapa cocok juga untuk orang dewasa. Ada beberapa yang menarik perhatian Sofia, yaitu the Gold Hunter alias menambang emas, kemudian naik kuda Indian, naik Flying Fox, mewarnai keramik, mewarnai tas, dan naik balon raksasa di air. Banyak sekali ya yang menarik perhatiannya.

Sebenarnya mainannya lebih banyak lagi, ada naik ATV, naik sepeda, main trambolin, main ke taman kelinci, ngasih makan sapi, dan lain-lain. Hanya sayangnya tiketnya bayar masing-masing, sehingga kami pilih-pilih beberapa wahana yang benar-benar menarik. Hari ini dia naik kuda, main flying fox, mengunjungi taman kepompong, dan main The Gold Hunter. Next time, main di wahana yang lain. Melihat anaknya naik kuda besar, Emaknya jadi pengin juga naik kuda. Enak ternyata naik kuda. Rasanya santai, sehingga tidak terasa sudah selesai memutari lapangan yang sangat luas itu.

Di sana juga banyak penjual makanan yang kelihatan enak-enak. Untung saja harganya tidak terlalu premium, sehingga kami bisa memilih menu kesukaan masing-masing. Di sana juga dijual barang-barang kerajinan dengan tema tentang kuda dan tanaman hias. Yang menonjol adalah tanaman kaktusnya, karena imut-imut sekali tanamannya.